SEJARAH SASTRA

1. Sejarah sastra mempelajari tentang :
– Kedudukan sastra
– Disiplin ilmu sastra
– Teori sastra
– Kristik sastra
– Perkembangan sastra

2. Pengertian sejarah sastra
Sejarah sastra adalah bagian dari ilmu sastra artinya ilmu yang mempelajari tentang perkembangan dan permasalahanya. Sejarah sastra juga jenis karya sastra seperti sejarah perkembangan puisi , prosa , prosa liris dan drama.

3. Sejarah sastra dan sastra Indonesia
Beberapa abad yang silam selain adat istiadat yang ada juga ada kerajaan–kerajaan dibeberapa tempat di wilayah nusantara misalnya: sriwijaya di sumatra , mojopahit di jawa ,malaka dan pasai di semenanjung Maluku.
Pada tahun 1918 bahasa melayu digunakan sebagai bahasa pengantar ilmu disekolah pada sekolah-sekolah belanda. Bahasa melayu juga digunakan sebagai bahasa mengantar maka itulah yang menjadi bahasa nasional di Indonesia.

4. Bahasa melayu dan bahasa Indonesia / bahasa nusantara :
– Sastra melayu
bahasa yang digunakan sebelum tahun 1918. Bahasa melayu digunakan sebagai bahasa pengantar disekolah / pendidikan agama islam dan pendidikan agama Kristen di wilayah Indonesia timur. Untuk penulisan kitab suci karena mereka mengangap bahasa melayu adalah bahasa tua  dalam bahasa ibrani.
– Bahasa nusantara / Indonesia
Semua karya sastra yang bernilai di nusantara dinamakan sastra nusantara dengan mengunakan bahasa melayu.
– Pada tahun 1918 roman
yang ditulis pertama dalam bahasa Indonesia adalah roman azab dan sensara buah karya merari siregar , roman siti nurbaya karya marahrusli dan salah asuhan karya abdul muhis.
– Kedudukan sastra Indonesia
Dalam lingkup sejarah sastra tidak terlepas dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia sebagai sarana sastra.

Ada bahasa maka ada sastra dan tidak mungkin ada sastra tanpa bahasa.
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yaitu : salah satu bahasa yang ada dinusantara.
Secara alamiah bahasa melayu tersebar melalui pandangan dari berbagai bahasa yang ada diasia dan akhirnya menjadi bahasa pergaulan dengan istilah lingua franca.
Bahasa melayu beradaptasi dengan bahasa ibu setempat, yang ada dinusantara akhirnya terjadi dialek-dialek yaitu : dialek melayu jawa , dialek melayu ambon , dialek melayu papua , dialek melayu bugis dan lain-lain.

Bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pemersatu yang sebelumnya terpecah belah oleh belanda dengan politik deide et impera.
Para pemuda dan pelajar melihat bangsa yang hidup menderita diatas tanah airnya sendiri maka dipandang perlu mengikrarkan bersama yang isinya dikenal dengan nama sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 dengan isinya : berbahasa satu ,berbangsa satu dan bertanah air satu , Indonesia.

Pada tahun 1918 pusat penulisan sastra melayu beralih dari tanah melayu Sumatra ke Batavia jawa dengan mendirikan balai pustaka oleh pemerintah belanda.

5. Perkembangan sejarah sastra
– Sastra melayu sebelum akhir abad ke 19 dinamakan sastra melayu klasik , kuno , atau sastra tradisional.
– Sastra peralihan dari sastra lama ke sastra baru dinamakan masa abdullah kadir munsyi di sebut masa peralihan.
– Kesastaraan melayu setelah abad ke 20 disebut sastra Indonesia baru atau sastra modern.

6. Kelahiran kesusastraan Indonesia baru atau modern
Lahirnya kesusastraan modern. Masalah kelahiran sastra Indonesia dari beberapa sastrawan sebagai berikut.
– Umar Yunus. Sastra Indonesia baru ada setelah ada bahasa Indonesia artinya sastra Indonesia ada setelah bahasa persatuan diresmikan pada tanggal 28 oktober 1928.
– Ayub Rosidi. Mengakui bahwa sastra itu tidak mungkin ada tanpa bahasa sebagai media saranannya.beliau lebih mementingkan adanya rasa nasionalisme yang ada dalam karya sastra tersebut maka sastra Indonesia pada tahun ke 20-an menetapkan tahun lahirnya sastra Indonesia yaitu tahun 1922.
– C.A.Teeuw. hampir sama dengan Ayub Rosidi yaitu kesustraan Indonesia mulai lahir pada tahun 20-an yaitu pada saat lahirnya roman dan puisi kebanggan mulai digunakan oleh pengarang dalam bahasa Indonesia.
– Slamet Mulyana. Sastra mulai ada dari sudut lahirnya sebuah Negara seperti Indonesia.  Sastra Indonesia ada setelah bahasa Indonesia secara resmi diakui penggunaannya sebagai bahasa nasional bahkan dikukuhkan dalam undang-undang dasar 1945 ,maka sebelumnya dinamakan sastra melayu karena Indonesia belum merdeka.
– Pendapat ahli bahasa lainnya. Pembabakan dalam sejarah sastra Indonesia. Masa pembabakan disebut juga massa pengelompokan sastra Indonesia atas dasar angkatan atau periode.

Sastra Indonesia merupakan sastra yang dibuat di wilayah kepulauan Indonesia. Sastra Indonesia ini merujuk pasa sastra yang bahasa akarnya berdasarkan bahasa melayu ( dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya ). Dalam sejarah sastra Indonesia dikenal dengan istilah angkatan. Angkatan adalah suatu usaha pengelompokan sastra dalam suatu masa tertentu berdasarkan atas cirri khas karya yang dihasilkan pada masa itu. Angkatan-angkatan dalam sejarah sastra Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Angkatan Pujangga Lama
Pujangga Lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada angkatan ini didominasi oleh syair, pantun, gurindam, dan hikayat. Para penulis pada masa ini diantaranya adalah:
• Hamzah Fansuri,
• Syamsudin Pasai,
• Abdurrauf Singkil,
• Nuruddin ar-Raniri,dll.

2. Angkatan Sastra Melayu Lama
Karya sastra Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870-1942 yang berkembang di lingkungan masyarakat Sumatra, seperti Langkat, Tapanuli, Minangkabau, dll. Isi sastranya masih dalam bentuk syair, hikayat, dan terjemahan novel barat. Beberapa karya sastra yang ada pada masa ini adalah:
• Robinson Crusoe (terjemahan)
• Nyai Dasima oleh G. Francis (Indonesia)
• Bunga Rumpai oleh A.F. Van Dewall

3. Angkatan Dua Puluhan (Balai Pustaka)
Disebut angkatan dua puluhan karena angkatan ini lahir di tahun 1920-an. Disebut angkatan balai pustaka karena penerbit yang banyak menerbitkan adalah Balai Pustaka. Pada angkatan ini isi yang ada adalah mengenai prosa ( roman, novel, cerpen, drama ) dan puisi. Beberapa karya sastra angkatan ini adalah:
• Azab dan Sengsara (roman, 1920, oleh Merari Siregar)
• Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (Nur Sutan Iskandar, 1923)
• Tak Putus dirundung Malang (roman, 1929, S.I. Alisyahbana)

4. Angkatan Tiga Puluhan (Pujangga Baru)
Angkatan ini lahir sekitar tahun 1933 dan 1942. Disebut pujangga baru karena pada saat itu ada majalah sastra yang terkenal yaitu majalah Pujangga Baroe. Karya sastra angkatan ini bersifat dinamis, individualis, tidak terikat tradisi, intelektual, dan nasionalistik. Terdapat dua kelompok sastrawan Pujangga Baru, yaitu:
• Seni untuk seni => Sanusi Pane, Tengku Amir Hamzah
• Seni untuk Pembangunan Masyarakat => S.T. Alisyahbana, armijn Pane Efendi.
Karya sastra yang dihasilkan antara lain :
• Layar Terkembang (roman, 1936, S.T. Alisyahbana)
• Anak Perawan di sarang penyamun (roman, 1942, S.T. Alisyahbana)
• Belenggu (roman, 1940, Armijn Pane)

5. Angkatan ‘45
Pelopor angkatan ini adalah Cahiril Anwar. Ciri-ciri karyanya antara lain adalah bebas, individualistik, realistik, dan futuristik. Karya-karya dari angkatan ini adalah;
• Kerikil Tajam (1949, Cahiril Anwar)
• Dari Ave Maria ke jalan lain ke Roma (Indrus), dll.

6. Angkatan 1950-1960 an
Pelopornya adalah Pramoedya Ananta Toer. Karya pada masa ini didominasi oleh cerpen dan kumpulan puisi. Contoh karya pada masa angkatan ini, yaitu:
• Pramoedya Ananta Toer
– Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)
– Keluarga Gerilya (1951)
• N. H. Dini
– Dua Dunia (1950)
• Mochtar Lubis
– Tak Ada Esok (1950)

7. Angkatan Enam Puluh Enam
Nama angkatan ini diberikan oleh H.B. Jassin. Muncul pada saat keadaan politik Indonesia kacau karena terror PKI. Karya sastranya banyak bersifat protes terhadap keadaan yang kacau pada saat itu. Beberapa karya pada angkatan ini adalah:
• Tirani (kumpulaln puisi oleh Taufik Ismail)
• Bila Malam Bertambah Malam (Putu Wijaya)

8. Angkatan 1980-1990an
Karya pada angkatan ini berisi tentang roman percintaan dan lebih menonjolkan tentang wanita. Beberapa contoh karya pada masa ini adalah:
• N.H. Dini
– Namaku Hiroko
– Dua Hati
Ciri-ciri dari karya N.H. Dini adalah lebih berpengaruh pada budaya barat
• HIlman Hariwijaya
– Lupus

9. Angkatan Reformasi
Munculnya angkatan reformasi ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra, puisi, cerpen, maupun novel yang bertema sosial-politik, dan seputar reformasi. Contoh karya pada masa ini adalah ;
• Widji Thukul
– Puisi Pelo
– Darman

10. Angkatan 2000-an
Contoh karya pada masa ini adalah :
• Habibburrahmana EL SIrzy
– Ayat-ayat Cinta (2004)
– Pudarny Pesona Cleopatra (2005)
• Andrea Hirata
– Laskar Pelangi (2005)

11. Cybersastra
Karya sastra yang dipublikasikan di dunia maya. Situs sastra Indonesia di dunia maya yang salah satunya adalah duniamaya,com.

Seperti inilah kiranya sejarah sastra di Indonesia. Setiap situasi dan kondisi suatu kaum atau negara bisa mempengaruhi isi dari karya-karya sastra Indonesia. Seiring berjalannya waktu, sastra Indonesia akan semakin berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Belanda menjadi sebuah negara terlama yang berhasil menjajah Indonesia. Terhitung sejak tahun 1600-an, Belanda sudah berhasil menancapkan kekuasaannya atas negeri Indonesia. Keinginan Belanda untuk menguasai sumber daya alam Indonesia yang berlimpah menjadi salah satu alasan Belanda untuk tetap berusaha memperhatankan kekuasaannya terhadap Indonesia.

Langkah awal Belanda dalam menguasai Indonesia dimulai dengan adanya VOC yang dibentuk tahun 1602. Visi penting yang dibawa VOC adalah untuk memonopoli perdagangan yang ada di Indonesia. VOC pun mengambil alih pemerintahan di Indonesia yang kemudian dijadikannya sebagai koloni.

Sebagai wilayah koloni, VOC memang berusaha membangun Indonesia. Sekolah – sekolah didirikan. Anak para kepala kampung diberikan pengajaran dan pendidikan hingga ke negeri Belanda. Pembangunan jalan raya dan infrastruktur lain dilakukan. Tapi, tentu saja hal tersebut dilakukan semata – mata untuk memperlancar kegiatan dagang VOC sendiri, alih – alih untuk menyejahterakan penduduk pribumi.

Tentu saja nasib yang lebih buruk menimpa sebagian besar masyarakat Indonesia karena kehilangan hak kebebasan untuk menentukan nasib sendiri. Penindasan, kelaparan dan kerja paksa harus dijalankan masyarakat Indonesia demi mematuhi titah penguasa Belanda.

Selama 300 tahun lamanya, masyarakat Indonesia berada dalam genggaman Belanda tanpa bisa melepaskan diri. Pemberontakan memang dilakukan demi upaya memerdekakan diri dari Belanda. Tapi segala upaya seolah gagal dan dengan mudahnya dimentalkan oleh Belanda.

Gagalnya upaya – upaya ini tak lain karena perjuangan masyarakat Indonesia yang masih bersifat kedaerahan. Mereka berjuang dengan daerah kecilnya masing – masing sehingga tak cukup kuat melawan pemerintahan Belanda yang menguasai seluruh nusantara.

Hingga di awal tahun 1900-an, nampaknya arah perjuangan masyrakat Indonesia mulai menunjukkan titik terang. Nasionalisme tampak bertumbuh dalam masyarakat Indonesia sehingga memunculkan keinginan untuk berjuang bersama seluruh nusantara.

Penyebab munculnya nasionalisme di Indonesia ini tentu memiliki banyak pemicu. Munculnya nasionalisme di Indonesia pada dasarnya disebabkan oleh banyak faktor yang secara umum dibagi dalam dua kelompok, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Berikut ini adalah faktor internal penyebab munculnya nasionalisme di Indonesia.

FAKTOR INTERNAL PENYEBAB MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA

  1. Munculnya perasaan senasib sepenanggunangan karena adanya penderitaan yang sama akibat penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.
  2. Kesatuan Indonesia di bawah Pax Neerlandica memberikan jalan ke arah kesatuan bangsa.
  3. Pembangunan sarana komunikasi antara pulau yang membuat semakin mudah dan semakin seringnya rakyat dari berbagai kepulauan untuk berkumpul.
  4. Semakin populernya bahasa Indonesia yang menjadi tali pengikat kesatuan bangsa yang ampuh. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan penggunaan atau penyebaran bahasa Belanda di kalangan pribumi sehingga membuat penggunaan bahasa Melayu semakin dipopulerkan dan bahasa yang digunakan pun memunculkan bahasa Indonesia yang cukup mampu untuk mengikat rasa nasionalisme.
  5. Masyarakat Indonesia yang semakin mengenal demokrasi. Ini disebabkan oleh adanya undang-undang desentralisasi 1903, yang diantaranya mengatur tentang pembentukan kotapraja (gemeente atau haminte) dan dewan-dewan kotapraja serta memperkenalkan rakyat indonesia tentang tata cara demokrasi yang modern.
  6. Reaksi atau koreksi terhadap semangat kedaerahan. Masyrakat Indonesia mulai menyadari bahwa semangat kedaerahan tidak cukup menguntungkan untuk bagi perjuangan kemerdekaan karena membuat kekuatan masyarakatnya terpecah belah dan lemah, sehingga diperlukan kesatuan yang lebih kuat yakni dengan nasionalisme.
  7. Inspirasi dari kejayaan Sriwijaya dan Majapahit yang kuat karena kesatuannya yang besar.

FAKTOR EKSTERNAL PENYEBAB MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA

  1. Ide-ide barat yang masuk melalui pendidikan barat yang modern. Ide – ide inilah yang menggantikan pendidikan tradisional (pondok, pesantren, wihara-wihara) dan membuka wawasan lebih luas bagi masyarakat Indonesia tentang kemerdekaan dan demokrasi.
  2. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 yang mampu menginspirasi serta mengembalikan kepercayaan bangsa Indonesia akan kemampuan diri sendiri.
  3. Pergerakan dan perjuangan bangsa lain dalam menentang penjajahan yang turut membakar semangat nasionalisme, seperti di Turki, Irlandia dan lain-lain.

Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Sejarah perkembangan dan penyebaran Islam di Indonesia pun telah berlangsung cukup lama. Kamu tentu sudah tahu bukan, kerajaan Islam pertama di Indonesia?

Ya, Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama yang didirikan di Indonesia. Selanjutnya, nusantara mulai dipenuhi oleh kerajaan -kerajaan Islam lain yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Kerajaan -kerajaan Islam yang berdiri di Indonesia ini tentu telah meningalkan jejak. Bentuk jejak peninggalan kerajaan Islam tersebut banyak yang berupa karya seni. Para seniman muslim di Indonesia meninggalkan begitu banyak karya yang menarik untuk dinikmati hingga sekarang.

Mulai dari karya seni yang dituangkan dalam bentuk bangunan masjid, seni pahat, seni ukir, seni lukis, seni pertunjukkan dan bahkan termasuk juga dalam karya sastra.

Kebanyakan dari peninggalan kerajaan Islam ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Islam dan kebudayaan setempat. Karenanya, karya -karya tersebut cukup beragam dan menarik.

Ada berbagai jenis karya sastra yang merupakan peninggalan dari kerajaan -kerajaan Islam. Karya sastra peninggalan kerajaan Islam tersebut di antaranya meliputi : hikayat, syair, suluk, babad, dan kitab-kitab.

Nah, berikut ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai aneka karya sastra yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Islam di Indonesia.

1. HIKAYAT

Hikayat merupakan bentuk karya sastra yang isinya berupa cerita atau dongeng yang seringkali dikaitkan dengan tokoh sejarah. Hikayat-hikayat peninggalan kerajaan Islam di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab, Persia, India, dan lain-lain.

Awalnya, hikayat-hikayat ini merupakan bentuk dakwah kepada masyarakat. Isinya berupa  ajakan kepada umat Islam agar dapat memperkuat keimanannya.

Hikayat bernapas Islam yang ada di Nusantara, umumnya menampilkan tokoh-tokoh pahlawan yang memperjuangkan kedaulatan suatu daerah.

Contoh hikayat peninggalam kerajaan Islam misalnya Hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat ini diperkirakan ditulis pada abad ke-14.

Hikayat Raja -raja Pasai berkisah tentang Merah Silu yang bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Lalu, Marah Silu bersyahadat dan menjadi Sultan Pasai pertama dengan gelar Malik al-Saleh.

Hikayat Si Miskin – Dikenal dengan nama Hikayat Marakarma. Hikayat ini mengisahkan tentang Manakarma yang lahir dari keluarga miskin. Namun, karena ia memiliki budi yang baik, pada akhirnya ia sukses menjadi raja.

Hikayat Amir Hamzah – Mengisahkan tentang kepahlawanan Amir Hamzah dalam memperjuangkan Islam serta mempertahankan Melaka dari serangan Portugis. Selain itu, ia juga harus melawan mertuanya yang masih kafir. Hikayat Amir Hamzah diperkirakan ditulis sebelum tahun 1511.

Hikayat Bayan Budiman – Mengisahkan isinya berupa kisah berbingkai yang disadur dari hikayat India, Sukasaptati. Hikayat ini sebelumnya telah diadaptasi ke dalam bahasa Persia oleh Kadi Hassan pada tahun 1371. Hikayat ini berisi tentang kisah burung bayan yang mencegah seorang perempuan muda yang hendak berselingkuh.

Hikayat Prang Sabi – Hikayat ini ditulis oleh Tgk Chik Pante Kulu di tahun 1881. Hikayat ini merupakan inspirator jihad rakyat Aceh dalam melawan Belanda. Di dalamnya, dikisahkan mengenai bidadari surga (ainul mardhiyah) yang menjadi jodoh bagi para pejuang yang mati syahid.

2. SYAIR

Syair merupakan media penyebaran Islam yang menarik. Sebetulnya, syair tidak hanya populer di Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh dunia. Syair-syair peninggalan sejarah Islam di Indonesia antara lain:

Syair Ikan Terubuk – Syair anonim ini berisi kisah fiksi yang di dalamnya termuat adab -adab dan tuntunan perilaku beragama.
Syair Kompeni Walanda – Di dalam syair ini merupakan riwayat Nabi.
Syair Perahu karya Hamzah Fansuri – Syair dari penyair yang hidup di Aceh pada masa pemerintahan Sulthan Alaiddin Riayat Syah Sayidil Mukamil (1589-1604 M) ini mengisahkan aneka pengajaran tentang adab.
Syair Perang Banjarmasin – Syair ini diperkirakan ditulis pada abad ke-16. Syair ini memang berisi beberapa pokok ajaran Islam, namun syair yang tidak diketahui pengarangnya ini dipastikan memiliki isi yang pro-Belanda. Hal ini dilihat dari teks pembukanya yang berisi pujian atas pemerintahan Belanda. Syair Peran banjarmasin ini juga mendiskreditkan Pangeran Hidayatullah. Padahal, Pangeran Hidayatullah di mata rakyat adalah sosok patriot.
Syair Siak Sri Indrapura – Isinya berupa silsilah raja-raja Siak.

3. SULUK

Suluk merupakan bentuk karya sastra yang isinya mengenai tasawuf tentang keesaan dan keberadaan Allah SWT. Suluk ini merupakan tembang gubahan Sunan Bonang yang dituliskan pada daun lontar.

Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Ada pun antara lain Suluk Wijil. Suluk ini pada dasarnya merupakan karya sastra yang berisi tentang ilmu tasawuf.

Ia juga menggubah tembang Tombo Ati (Obat Hati) yang kini masih sering dinyanyikan. Beberapa suluk yang lain adalah :
– Suluk Sukarsa isinya berupa ajaran tentang hakikat kepemimpinan.
– Suluk Syarab al Asyiqin karya Hamzah Fansuri isinya merupakan ajaran wahdat al-wujud, serta mengisahkan tentang tahap-tahap pencapaian makrifat.
– Suluk Malang Sumirang yang ditulis oleh Sunan Panggung dari Demak, sekitar tahun 1520. Suluk ini berisi kritikan terhadap Sultan Demak, dan juga ajaran Sunan Panggung yang dianggap sesat.

4. SASTRA DALAM BENTUK KITAB

Ada pula beberapa kitab peninggalan sejarah Islam. Karya sastra dalam bentuk kitab peninggalam kerajaan Islam antara lain:
– Kitab Manik Maya, dituliskan pada tahun 1740 oleh Raden Mas Ngabei Ronggo. Kitab ini berisi sejarah perkembangan Islam di area Pulau Jawa.
– Kitab Nitisastra, digubah di abad ke-15. Kitab ini tidak diketahui siapa penulisnya. Isi kitab ini mengenai ajaran moral dan pandangan hidup berupa kebijaksanaan.
– Kitab Nitisruti, yang juga tidak diketahi penulisnya ini berisi ajaran tentang filsafat dan moral.
-Kitab Sasana-Sunu, digubah pada 1798 oleh Raden Tumenggung Sastranegara. Kitab Sasana-Sunu ini berisi ajaran tentang tata cara hidup Islam, serta ajaran meneladani Rasulullah.
– Kitab Sastra Gending adalah karya Sultan Agung yang isinya memuat ajaran filsafat dan kebajikan.

5. BABAD

Babad merupakan bentuk cerita sejarah yang didalamnya banyak bercampur dengan mitos dan kepercayaan masyarakat yang kadang tidak masuk akal.

Karya sastra peninggalan Islam berupa babad antara lain:
– Babad Cirebon isinya berupa kisah Pangeran Cakrabuwana yang membangun kota Cirebon serta membangun perkampungan Muslim.
– Babad Demak ini isinya tentang kisah Raden Patah dalam mendirikan Kerajaan Demak.
– Babad Gianti diperkirakan ditulis pada tahun 1803. Di dalam babad Gianti, dibahas mengenai fenomena-fenomena politik yang terjadi di Pulau Jawa sekitar 1741 – 1757.
– Babad Raja-Raja Riau ini isinya berupa silsilah raja-raja Riau yang memiliki corak Islam.
– Babad Sejarah Melayu (Salawat Ussalatin).
– Babad Tanah Jawi dituliskan oleh Carik Braja pada 1788 atas perintah Sunan Paku Buwono III. Babad Tanah Jawi ini berisi silsilah raja-raja dari zaman Mataram Hindu hingga Mataram Islam.

Periodisasi sastra adalah pembagian perkembangan kesusastraan yang pengelompokkannya berdasarkan pada periode waktu tertentu, dimana dalam periode tersebut sastra memiliki ciri khas yang serupa.

Periode sastra membahas mengenai perkembangan sastra dari masa ke masa. Di Indonesia, periodisasi sastra secara umum dibagi menjadi:
1. Kesusastraan Lama, yang terdiri dari:
– masa kesusastraan purba
– masa kesusastraan pengaruh Hindu
– masa kesusastraan pengaruh Arab

2. Kesusastraan peralihan atau masa Abdullah

3. Kesusastraan baru, yang terbagi atas :
– masa Balai Pustaka
– masa Pujangga Baru
– masa Angkatan ‘45
– masa Angkatan ‘66
Berikut akan diuraikan mengenai Kesusastraan Lama dan Masa Peralihan

MASA KESUSTRAAN LAMA

a.Masa Kesusastraan Purba
Kesusastraan purba merupakan kesusastraan melayu sebelum masuknya pengaruh Hindu dan Arab. Pada masa ini kesusastraan masih bersifat lisan atau leluri, karena masih banyak yang tidak mengenal tulisan atau aksara.

Karangan, baik berupa puisi atau pun prosa disampaikan mulut ke mulut oleh seorang yang disebut tukang cerita atau pelipur lara. Di daerah Jawa Barat, tukang cerita atau pelipur lara juga dikenal dengan sebutan Pawang.

Kesusastraan purba dalam bentuk prosa contohnya dongeng, sedangkan dalam bentuk puisi contohnya mantra dan pantun.

b.Masa Pengaruh Hindu
Masuknya agama Hindu ke Indonesia ikut mempengaruhi perkembangan sasatra melayu purba dan kesusastraan daerah. Agama Hindu memunculkan dongeng-dongeng yang berhubungan dengan dewa-dewa dan kepercayaan lain seperti cerita Mahabharata dan Ramayana, dan dalam puisi muncul bentuk gurindam.

Sejak masa kesusastraan yang dipengaruhi hindu ini mulai dikenal kesusastraan tertulis yang dibuktikan dari banyaknya ditemukan prasasti-prasasti dalam tulisan India (tulisan Pallawa), meskipun penyampaian sastra melalui lisan juga masih banyak.

c.Masa Pengaruh Islam
Masuknya ajaran Islam ke Indonesia turut menambah khasanah kesusastraan Melayu dan daerah. Ajaran islam mempengaruhi munculnya sastra dalam bentuk prosa dan puisi yang khas kesusastraan Arab dan Persia.

Contohnya dalam bentuk puisi adalah syair, rubai, nazam, dan gazal, sedangkan contoh dalam bentuk prosa dikenal hikayat seperti Hikayat 1001 malam dan dongeng Abu Nawas.

Ciri-ciri kesusastraan lama secara umum, yakni:

1. Karya sastra disampaikan secara lisan (leluri)
2. Tidak diketahui siapa pengarangnya
3. Isi karangan istana sentris atau selalu menceritakan kehidupan raja, istana dan putra-putri raja
4. Isi cerita bersifat khayalan fantastis yang tidak masuk akal
5. Isi cerita mengandung pengaruh agama dan kepercayaan Hindu dan Arab.

KESUSASTRAAN MASA PERALIHAN (ABDULLAH BIN ABDUL KADIR MUNSYI)

Kesusastraan masa peralihan juga disebut dengan masa Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Abdullah adalah seorang tokoh sastra yang mempengaruhi perubahan dalam karya sastra melayu lama yang awalnya bersifat khayal, fantastis dan istana sentris menjadi karya sastra yang lebih bersifat objektif dan membahas masalah kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti kisah yang menceritakan perjalanan hidupnya dalam karya Hikayat Abdullah.

Jasa-jasa Abdullah dalam perkembangan kesusastraan yakni:

1. Membawa perubahan baru bagi kesusastraan Melayu dengan mengenalkan karya yang bersifat biografi.
2. Menerjemahkan kitab suci Al-Qur’an ke dalam bahasa Melayu.
3. Ikut serta dalam menyusun buku sejarah Melayu.