Beberapa Macam Jenis – Jenis Dari Manusia Purba

Jenis – Jenis Dari Manusia Purba. Sudah pastinya manusia purba itu beragam – ragam, jenisnya bisa di bilang sangat cukup banyak.

Pastinya nenek moyang kita ini mempunyai penampilan fisik yang sangat berbeda dengan kita semua. Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah melihatnya di museum atau pun film, biasanya di sebut dengan manusia purba.

Perlu di ketahui manusia purba ini di perkirakan hidup pada kala Pleistosen. Pleisotsen ini sendiri merupakan era yang berlangsung 2.580.00 hingga sampai 11.700 tahun yang lalu.

Di era pleistosen ini telah di bagi menjadi tiga yaitu Pleistosen awal ( lapisan bawah ), Pleistosen tengah serta Pleistosen akhir ( lapisan atas ). Dari pada kalian penasaran mari kita bahas dengan bersama – sama.

Jenis Serta Ciri – Ciri Manusia Purba Indonesia

Sudah pastinya pada Indonesia ini penelitian dari manusia purba sudah di lakukan sangat lama sekali, yaitu dari abad ke – 18 M. Perlu kalian ketahui penelitian dari manusia purba di Indonesai ini telah di pelopori oleh Eugene Dubois yang merupakan seorang dokter di Belanda.

Tentunya penelitian tersebut di lakukan untuk mengetahui jenis – jenis dari manusia purba yang berada di Indonesia. Hal itu sudah di buktikan dengan penemuan dari fosil.

Seperti biasa di bawah ini kami akan memberikan beberapa macam jenis manusia purba, di antaranya adalah :

Meganthropus Palaeojavanicus

Merupakan salah satu manusia purba yang paling tertua serta besar di Indonesia. Manusia purba ini telah di temukan oleh seseorang arkeolog dari Belanda yang bernama Van Koenigswald. Dia lah orang pertama kali yang telah menemukan hasil fosil pada tahun 1936 di daerah Sangiran.

Di bawah ini adalah ciri – ciri dari manusia purba di antaranya :

  • Memiliki tulang pipi yang sangat tebal.
  • Memiliki otot rahang yang kuat sekali.
  • Tidak memiliki dagu dan memiliki hidung yang lebar.
  • Memiliki tonjolan belakang yang tajam dan melintang sepanjang pelipis.
  • Memiliki tulang kening menonjol dan mempunyai otot kunyah, gigi, serta rahang yang besar kuat.
  • Memiliki tinggi badan sekitar 165 – 180 cm.
  • Berbadan tegap dan volume otok 900cc.
  • Memakan jenis tumbuh – tumbuhan.

Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Erectus ini merupakan salah satu manusia purba yang fosilnya sangat banyak sekali di temukan di Indonesia. Tentunya di Indonesia ini sendiri ada 3 jenis purba yang sudah di temukan. Yaitu Pithecantrophus Erectus, Pithecantrophus Mojokertensis serta Pithecanthrophus Soloensis.

Di bawah ini adalah ciri – ciri dari manusia purba di antaranya :

  • Memiliki Volume otaknya sekitar 750 – 1350 cc.
  • Memiliki tinggi badan sekitar 165 – 180 cm.
  • Memiliki postur tubuh yang tegap tetapi tidak setegap meganthropus.
  • Mempunyai gigi geraham yang besar dengan rahang yang sangat kuat.
  • Mempunyai hidung yang tebal.
  • Memiliki tonjolan kening yang tebal dan melintang di dahi.
  • Memiliki wajah menonjol ke depan serta dahinya miring ke belakang.
  • Pada bagian belakang kepala terlihat menonjol
  • Memiliki alat pengunyah dan alat tengkuk yang sangat kuat.

Homo Wajakensis

Perlu di ketahui pada tahun 1889 fosil dari Manusia Purba Homo Wajakensisi ini telah di temukan di Wilayah Wajak. Untuk lebih lengkapnya lagi di dekat Campuran Darat, Tulungagung, Jawa Timur.

Di bawah ini adalah ciri – ciri dari manusia purba di antaranya :

  • Memiliki hidung lebar dan bagian mulut menonjol.
  • Dahinya sedikit miring dan diatas mata terdapat kerutan dahi yang nyata.
  • Pipinya menonjol ke samping.
  • Berat badan sekitar 30 – 150 kg.
  • Tinggi badan sekitar 130 -210 cm.
  • Jarak antara hidung dan mulut masih jauh.
  • Berdiri dan berjalan sudah tegak.

Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus Soloensis ini merupakan salah satu jenis manusia purba yang di temukan di wilayah Indonesia. Fosil dari manusia purba ini dapat di temukan di wilayah sekitar Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Di bawah ini adalah ciri – ciri dari manusia purba di antaranya :

  • Makanannya berupa hewan buruan dan tumbuhan.
  • Mempunyai gigi geraham yang besar dan rahang yang kuat.
  • Bentuk hidung lebar dan tidak berdagu.
  • Terdapat tonjolan pada kening tebal dan melintang di sepanjang pelipis.
  • Volume otak sekitar 750-1350 cc.
  • Berbadan tegap.
  • Tinggi tubuh sekitar 165-180 cm.

Itulah jenis – jenis dari manusia purba. Semoga artikel yang kami buat ini bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Baca juga Pengertian Dari Manusia Purba

Berbagai Macam Pengertian Dari Manusia Purba

Manusia Purba di Indonesia: Jenis dan Ciri-cirinya Halaman all ...

Pengertian Dari Manusia Purba. Tentunya dari sebelum kita ada itu, yang berjelajah di muka bumi serta hidup pertama adalah manusia purba.

Tentunya manusia purba ini sering di sebut juga dengan manusia prasejarah. Atau juga manusia yang hidup sebelum tulisan telah di temukan, untuk manusia purba yang paling tertua di dunia itu di perkirakan berumur lebih dari 4 juta tahun lalu.

Maka dari itulah para ahli sering menyebutnya dengna Prehistoric People / manusia pra sejarah. Perlu di ketahui juga manusisa purba ini banyak sekali di temukan di berbagai belahan dunia, tapi lebih banyak lagi di temukan di Indonesia.

Fosil – fosil yang di temukan di berbagai macam daerah Indonesia, salah satunya ada yang ber – umur jutaan tahun yang lalu. Tentunya untuk mengetahui keberadaan kehidupan dari manusia purba lebih dalam lagi. Kalian bisa melihat dari sisa – sisa tulan manusia, hewan serta tumbuhan, yang sudah menjadi batu atau fosil.

Kalian juga bisa melihat peninggalan – peninggalan peralatan yang telah di gunakan oleh manusia purba. Contohnya seperti peralatan rumah tangga, senjata, bangunan, atau perhiasan. Dari pada kalian tambah penasaran, mari kita bahas secara bersama – sama.

Penelitan Dari Manusia Purba

Eugena Dobois

Eugena Dobois ini merupakan salah satu yang pertama kali tertaik meneliti manusia purba di Indonesia. Setelah dari mendapatkan kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang telah menemukan tengkorang pada Wajak, Tulung Agung.

  • Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
  •  Fosil lain yang ditemukan adalah : Pithecanthropus Erectus ( phitecos kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak ) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.

G.H.R Von Koeningswald

Hasil dari penemuan G. H. R Von Koeningswald ini merupakan Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Lalu pada tahun 1936 telah di temukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto.

Setelah itu tidak berakhir di situ saja pada tahun 1937 – 1941 ini di temukannya tengkorak dari tulang serta rahang Homo Erectrus serta Meganthropus Paleojavanisu di Sangiran, Solo.

Untuk penemuan lain tentan manusia purba :

  • Di temukannya tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).

DR. T. Jacob

Untuk penelitian tentang manusia purba oleh Bangsa Indonesia ini di mulai pada tahun 1952. Tentunya juga telah di pimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UGM, di daerah Sangiran serta sepanjgan aliran dari Bengawan Solo.

Kehidupan Dari Manusia Purba

Sudah pastinya manusia purba ini mempunyai cara hidup yang sangat sederhana sekali. Serta juga masih sangat bergantung dengan alam, di bawah ini ada cara hidup dari Manusia Purba di antaranya adalah :

Kehidupan Untuk Berburu Makanan

Tentunya dalam corak kehidupan manusia purba ini untuk mengumpulkan makanan atau juga food gathering telah di bagi menjadi 2 bagian. Yaitu masa dari berburu serta mengumpulkan makanan. Ciri – cirinya seperti yang di bawah ini :

 

  • Belum mempunyai tempat tinggal
  • Hidup sendiri atau dengan kelompok kecil
  • Menggunakan senjata kapak genggam untuk berburu hewan
  • Tempat berlindung di dalam goa
  • Membuat lukisan berupa cap jari tangan dan babi rusa dalam keadaan terpanah, biasanya menggunakan warna hitam, putih, dan merah.
  • Mengumpulkan makanan seperti umbi-umbian

Masa Bercocok Tanam

Salah satu ahli yang telah menyatakan bahwa manusia purba ini lebih dulu mengebal bertenak hewan. Di bandingkan dengan masa bercocok tanam. Tentunya di bawah ini adalah ciri – ciri manusia purba saat bercocok tanam di antaranya adalah :

 

  • Hidupnya sudah mulai menetap pada suatu tempat dan melakukan kegiatan bercocok tanam
  • Sudah mulai memakai pakaian yang terbuat dari kulit hewan maupun kulit kayu
  • Membangun rumah atau tempat tinggal dari kayu
  • Membuat alat-alat bercocok tanam, seperti : mata panah, beliung persegi, kapak lonjong, dan perhiasan.

Itulah penjelasa dari manusia purba. Semoga artikel yang kami buat ini bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Baca juga jenis dari manusia purba.

Sejumlah keberagaman dari Homo dikelompokkan menjadi kategori yang lebih luas yaitu Manusia Purba, berlawanan dengan manusia modern (Homo sapiens), pada periode dimulai dari 500.000 tahun lalu. Kategori-kategori tersebut biasanya mengikutkan Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, Homo neanderthalensis, dan mungkin juga termasuk Homo antecessor.

Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari Homo erectus. Jenis dari manusia purba dikelompokan di bawah nama binomial “Homo sapiens” karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern. Manusia purba memiliki ukuran otak 1200 sampai 1400 kubik sentimeter, yang melebihi rentang pada manusia modern. Manusia purba dibedakan dari manusia modern anatomis dari tengkoraknya yang tebal, tonjolan bubung alis dan tidak menonjolnya dagu. 

Manusia modern anatomis muncul sekitar 200.000 tahun lalu dan setelah 70.000 tahun lalu (lihat teori bencana Toba) secara gradual meminggirkan jenis “purba”. Jenis “non-modern” dari Homo dipastikan bertahan sampai 30.000 tahun lalu, dan mungkin sampai 10.000 tahun lalu. Yang mana, jika ada, dikelompokan di bawah istilah “manusia purba” hanyalah masalah definisi dan beragam di antara penulis. Namun, dan menurut penelitian genetik terbaru, manusia modern tampaknya kawin dengan “paling tidak dua kelompok” dari manusia purba: Orang Neanderthal dan Denisovan. 

Bukti baru menunjukan kelompok lain mungkin telah punah 11.500 tahun lalu, orang gua red deer dari cina.

Terminologi dan definisi manusia purba

Golongan manusia purba memiliki kekurangan suatu persetujuan mengenai definisi. Menurut salah satu definisi, Homo sapiens adalah spesies tunggal yang terdiri dari beberapa subspesies yang mengikutkan manusia purba dan modern. Di bawah definisi ini, manusia modern disebut dengan Homo sapiens sapiens dan manusia purba juga diberikan prefiks “Homo sapiens”. Contohnya, Neanderthal disebut dengan Homo sapiens neanderthalensis, dan Homo heidelbergensis adalah Homo sapiens heidelbergensis. Ahli taksonomi lebih suka tidak menganggap manusia purba dan modern sebagai spesies tunggal tetapi sebagai beberapa spesies berbeda. Dalam kasus ini taksonomi standar digunakan, yaitu Homo rhodesiensis, atau Homo neanderthalensis.

Garis pembatas yang membedakan manusia modern dengan Homo sapiens purba dan manusia purba dengan Homo erectus adalah sangat kabur. Fosil terbaru dari manusia modern anatomis seperti Omo remains dari 195.000 tahun lalu dikenal sebagai manusia modern. Namun, manusia modern awal tersebut memiliki campuran ciri-ciri purba, seperti bubung alis yang sedang, tetapi tidak menonjol.

Judul Buku : Sejarah Filsafat Cina
Penulis : Fung Yu-Lan
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : 1, November 2007
Tebal : V + 458 Halaman

Kedudukan filsafat dalam peradaban Cina bisa disamakan dengan kedudukan agama pada peradaban-peradaban lain. Di Cina, filsafat selalu menjadi perhatian bagi setiap orang yang berpendidikan. Pada masa lalu, jika seseorang merupakan orang yang berpendidikan, maka pendidikan pertama yang ia terima adalah filsafat. Ketika anak-anak masuk sekolah, maka Buku Yang Empat (The Four Book) adalah pegangan wajib, yang terdiri dari Untaian Ajaran Confucius (Confucius Analects), Buku Mencius (Book of Mencius), Pelajaran Agung ( The Great Learning), dan Doktrin Jalan Tengah (The Doctrine of the Mean).

Dari tradisinya ini, filsafat Cina bertolak dari agama Confucianisme, Taoisme, dan Buddhisme. Sebagian orang mangatakan bahwa Confucianisme adalah agama, bukan filsafat. Tetapi sesungguhnya Confucianisme itu bukanlah agama, sama halnya dengan Platonisme atau Aristotelianisme. Memang, benar dalam Buku Yang Empat yang menjadi Bibel bagi orang Cina seakan-akan Confucianisme adalah agama. Tetapi di buku tersebut tidak terdapat kisah tentang penciptaan dan tidak menyebutkan tentang surga atau neraka.

Istilah filsafat dan agama keduanya bersifat ambigu. Tetapi bagi orang Cina filsafat dan agama adalah satu-kesatuan yang utuh, yang tak dapat dipisahkan karena kehidupan adalah perjalan reflektif. Orang Cina percaya dari alam semesta pikiran mampu melahirkan konsep tentang kehidupan, konsep tentang alam semesta, dan konsep tentang pengetahuan melalui pemikiran reflektif tersebut.

Agama juga mempunyai hubungan dengan kehidupan. Dalam inti setiap agama besar ada suatu filsafat, kenyataanya, setiap agama besar adalah suatu filsafat dengan superstruktur tertentu, yang terdiri dari tahayul-tahayul, dogma-dogma, ritual-ritual, dan institusi-institusi. Jika orang memahami agama sebagai pengertian ini, yang sesungguhnya tak berbeda dengan penggunaan secara umum, maka orang melihat bahwa Confucianisme tidak bisa dimengerti sebagai sebuah agama.

Tentang Taoisme, terdapat perbedaan Taoisme sebagai filsafat, yang disebut dengan Tao chia (mahzab Tao) dengan Tao sebagai agama (Tao chiao). Ajarannya tidak hanya berbeda, tetapi bahkan kontradiktif. Taoisme sebagai filsafat mengajarkan doktrin agar manusia mengikuti alam, sedangkan Taoisme sebagai agama mengajarkan doktrin agar manusia menentang alam. Misalnya, menurut Lao Tzu dan Chuang Tzu, kehidupan yang diikuti oleh kematian adalah jalan alam, dan manusia harus mengikuti jalan alam ini dengan tenang. Tetapi ajaran utama Tao adalah prinsip dan teknik bagaimana cara menghindari kematian, yang jelas merupakan usaha menentang alam. Agama Tao memiliki jiwa ilmu pengetahuan, yang berusaha menaklukkan alam.

Ada juga perbedaan Buddhisme sebagai sebuah filsafat yang disebut Fo hsueh (Ajaran Budha) dan Buddhisme sebagai agama, yang disebut Fo chiao (agama Budha). Bagi orang Cina yang terpelajar, filsafat Budha lebih menarik daripada agama Budha. Sering sekali kita melihat rahib Budha dan rahib Tao sama-sama ikut serta dalam upacara kebaktian pemakaman Cina. Orang-orang bahkan memahami agama mereka sebagai kefilsafatan.

Menurut tradisi filsafat Cina, fungsi filsafat bukan untuk menambah pengetahuan positif (informasi yang sesuai dengan kenyataan), tetapi untuk meningkatkan taraf jiwa; suatu upaya untuk mencapai apa yang berada di luar dunia nyata saat ini, dan untuk mencapai nilai-nilai yang lebih tinggi daripada nilai-nilai moral. Sehingga seorang peneliti filsafat, yakni Charles Morris pernah menyatakan bahwa filsafat Cina adalah filsafat dunia ini. Tetapi filsafat Cina tidak dapat dipahami dari hal yang bersifat lahiriah saja. Sejauh yang terkait dengan ajaran utama tradisi filsafat Cina, jika kita memahaminya dengan benar, tentu tidak dapat dikatakan bersifat dunia ini, juga tidak dapat dikatakan sepenuhnya bersifat dunia lain. Filsafat Cina adalah kedua-duanya.

Dalam buku ini, Fung Yu-Lan sebagai penulisnya mengurai dengan jelas sejarah tradisi filsafat Cina klasik hingga tradisi filsafat Cina Modern. Ia memulai pembahasannya pada masa dinasti Cina pertama Hsia (2205-1766 SM) hingga dinasti Ch’ing (1644-1911 M) di mana filsafat Cina mengalami pertumbuhan dan perkembangannya, dalam persentuhannya dengan politik, ekonomi, dan budaya.

Buku ini merupakan kajian yang komprehensif atas filsafat Cina karena dengan membacanya kita akan melihat bahwa filsafat Cina itu jauh lebih luas cakupannya daripada sekedar Confucius atau Lao Tzu, atau bahkan sekedar madzhab Confucianisme atau Taoisme yang kepadanya kedua tokoh tersebut dipertalikan.

Selama kira-kira dua puluh lima abad, para pemikir Cina telah menyentuh hampir semua pokok bahasan utama yang menjadi perhatian para filsuf Barat, dan meskipun madzhab yang sudah menjadi bagian dari mereka sering melahirkan nama yang sama, hingga beberapa abad lamanya, namun isi ideologi aktual mereka sudah sangat berubah dari satu masa ke masa yang lain. Cina adalah sebuah negeri dengan rentetan sejarah filsafatnya yang amat panjang. Tak aneh jika teks agama, Islam misalnya, terdapat hadist, “carilah ilmu meski ke negeri Cina” itu karena pada hadist itu diturunkan bahkan jauh sebelumnya telah terjadi sebuah dialektika dan kemajuan yang mencengangkan di negeri tersebut.

Puisi-puisi Taufiq Ismail
INDONESIA KERANJANG SAMPAH NIKOTIN

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok. Kalau klarifikasi sorga ditentukan oleh jumlah langit yang melapisinya. Maka negeri kita bagi maskapai rokok, sorga langit ketujuh klasifikasinya.

Indonesia adalah keranjang besar yang menampung semua sampah nikotin. Keranjang sampah nikotin luar biasa besarnya. Dari pinggir barat ke pinggir timur, jarak yang mesti ditempuh melintasi 3 zona waktu yaitu 8 jam naik pesawat jet, 10 hari kalau naik kapal laut, satu tahun kalau naik kuda Sumba, atau 5 tahun kalau saban hari naik kuda kepang Ponorogo.

Keranjang sampah ini luar biasa besarnya. Bukan saja sampah nikotin, tapi juga dibuangkan ke dalamnya berjenis cairan, serbuk, berbagai aroma dan warna, alkohol, heroin, kokain, sabu-sabu, ekstasi, dan marijuana, berbagai racun dan residu, erotisme dan vcd biru. Sebut saja semua variasi klasifikasi limbah dunia mulut Indonesia menganga menerimanya.

Semua itu, karena gerbang di halaman rumah kita terbuka luas, kita tergoda oleh materialisme dan disuap kapitalisme fikiran sehat kita kaku dan tangan kanan kiri terbelenggu dengan ramah dan sopan kiriman sampah itu diterima.

Di pintu depan bandara, karena urgennya modal mancanegara, karena tak tahan nikmatnya komisi dan upeti, dengan membungkuk-bungkuk kita berkata begini,

“Silahkan masuk semua, silakan. Monggo, monggo mlebet, dipun, sakecakaken. Sog asup sadayana, asup, asup. Ha lai ka talok, bahe banalah angku, bahe banalah.”

Keranjang sampah ini luar biasa kapasitasnya. Pedagang-pedagang nikotin yang dinegeri asalnya babak belur digebuki. Di pengadilan bermilyar dolar dendanya. Ketahuan penipunya dan telah memenuhi jutaan penghisapnya. Diusir terbirit-birit akhirnya berlarian ke dunia ketiga. Dan dengan rasa rendah diri luar biasa kita sambut mereka bersama-sama.

” Monggo, monggo den, linggih rumiyin. Ngersakaken menopo den bagus. Mpun, ngendiko mawon. Aih aih si aden, kasep pisan. Tos lami, sumping, di dieu, Indonesia? Alaa, ranca bana oto angku ko. Sabana rancak. Bao caronyo kami, supayo … ”

Demikian dengan rasa hormat yang lumayan berlebihan. Para pedagang nikotin dari negeri jauh di tepi langit sana. Penyebar penyakit rokok dan pencabut nyawa anak bangsanya. Terlibat pengadilan dan tertimbun bukti. Di negeri sendiri telah diusiri dan dimaki-maki. Ke dunia ketiga mereka melarikan diri. Pabrik-pabrik mereka ditutup di negeri sendiri. Lalu didirikan di Dunia Ketiga, termasuk negeri kita ini. Di depan hidung kita penyakit dipindah kesini. Dan untuk mereka kita hamparkan merahnya permadani. Lalu bangsa kita ditipu dengan gemerlapannya advertensi. Inilah nasib bangsa yang miskin dan pemerintah yang lemah. Semua bertumpu pada pemasukan uang sebagai orientasi.

PEROKOK ADALAH SERDADU BERANI MATI

Para perokok adalah pejuang gagah berani. Berada di dekat kawan-kawan saya perokok ini. Saya serasa berdampingan dengan rombongan serdadu berani mati. Veteran dua Perang Dunia, Perang Vietnam, Perang Revolusi Dan Perang Melawan Diri Sendiri.

Perhatikanlah upacara mereka menyala belerang berapi. Dengan khimadnya batang tembakau dihunus dan ditaruh antara dua jari. Dengan hormatnya Tuhan Sembilan Senti. Disisipkan antara dua bibir, digeser agak ke tepi. Sementara itu sudah siap An Naar, nyala api sebagai sesaji.

Hirupan pertama dilaksanakan penuh kasih sayang dan hati-hati. Kemudian dihembuskan asapnya, ke kanan atau ke kiri. Mata pun terpicing-picing tampak nikmat sekali. Berlindung pada adiksi dari tekanan hidup sehari-hari. Lena kerja, lupa politik, mana ingat anak dan isteri.

Para perokok adalah serdadu-serdadu gagah berani. Untuk kenikmatan 5 menit mereka tidak peduli 25 macam penyakit yang dengan gembira menanti-menanti. Saat untuk menerkam dari setiap penjuru dan sisi.

Paru-paru obstruksi kronik bronkhitis kronik dan emfisema. Gangguan jantung pembulu darah arteriosklerosis hipertensi dan gangguan pembulu darah otak. kanker rongga mulut, nasopharynx, oropharynx, hypopharynx dan rongga hidung. Lalu sinus paranasal, larynx, esophagus dan lambung. Radang pankreas, hati, ginjal, ureter dan kandung kemih. Radang cervix uteri dan sumsum tulang, infertilitas dan impotensi. Daftar ini belum disusun secara alfabetis, dan sebenarnya (ini rahasia profesi medis) penyakit yang 25 ini cuma nama samaran julukan pura-pura saja.

Nama aslinya penyakit rokok.

Rokok, abang kandung narkoba ini tak tertandingi dalam soal adiksi. 4000 macam racun didapatkan sepanjang sembilan senti. Untuk orgamus nikotin 5 menit itu serdadu tembakau ini mana peduli terhadap hari depan anak-anak yang masih memerlukan pencarian rezeki. Terhadap bagaimana terlantarnya kelak janda yang dulu namanya isteri. Atau nasib duda yang dulu namanya suami. Terhadap pengotoran udara depan belakang, kanan dan kiri. Dalam memuaskan ego, dengan sengaja mendestruksi diri pribadi.

Betapa beratnya memenangkan Perang Melawan Diri Sendiri.