Sumbangsih Sastrawan Muslim dalam Bidang Sastra

Sastra dalam islam3

Sumbangsih Sastrawan Muslim dalam Bidang Sastra

Puncak kejayaan Islam di abad ke-10 menjadi saksi kehebatan seorang sastrawan ternama. Ia bernama al-Hariri. Dia disegani sebagai kontributor besar yang melahirkan sebuah karya luar biasa dalam khazanah sastra dan bahasa Arab klasik yang hingga kini masih terus diperbincangkan, yakni Maqamat.

Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad al-Qasim ibnu Ali al-Hariri (1054-1122). Selain di bidang sastra, karier cemerlangnya turut merambah pada kajian filologi. Dia pun merupakan petinggi pemerintahan. Bahkan, ia berkiprah di dua kota pusat ilmu pengetahuan, yaitu Basra dan Baghdad.

Kondisi tersebut membuat kegiatan intelektualnya kian terpacu. Berbagai karya yang dihasilkan pada ranah sastra dan filologi membuktikan kapasitasnya sebagai figur cendekiawan yang produktif. Sejarawan Julie Scott Meisami dan Paul Starkey dalam Encyclopedia of Arabic Literature menuliskan catatan tentang al-Hariri.

Menurut Meisami dan Starkey, ada sebuah karya al-Hariri yang memberi pengaruh besar pada bidang sastra dan tata bahasa Arab. Judulnya, Dhurat al-Ghawwas fi Awham al- Khawwas. Melalui karyanya ini, al-Hariri menyinggung banyaknya kesalahan penggunaan frasa serta tata bahasa Arab.

Karya lainnya, Mulhat al I’rab, berisi kumpulan puisi. Oleh kalangan sastrawan dan ilmuwan humaniora pada masanya maupun sesudahnya, karya ini dianggap sangat penting dalam membangkitkan semangat mendalami kajian bidang sastra. Namun, tak bisa dimungkiri, al-Maqamat-lah yang melambungkan nama al-Hariri dalam ranah ilmu.

Mahasiswa Italia Menyukai Bahasa dan Sastra Indonesia

UNAS_ITALI-8

Mahasiswa Italia Menyukai Bahasa dan Sastra Indonesia

Sebanyak 55 mahasiswa Italia mengikuti kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Napoli Orientale (UNO) yang dibuka sejak tahun 1964.

UNO yang berdiri tahun 1732 itu satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang mengajarkan studi ketimuran (oriental studies) memiliki jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, ujar Counsellor Pensosbud, KBRI Roma, Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara di London, Inggris, Jumat (16/4).

Musurifun Lajawa mengatakan Dubes RI untuk Italia, Mohamad Oemar, memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 70 mahasiswa dan staf pengajar UNO, di Napoli.

Dia mengatakan, mahasiswa tampak antusias mengikuti penjelasan Dubes mengenai perkembangan terakhir dan berbagai capaian Indonesia sejak awal era reformasi 1999, terutama perkembangan demokrasi yang berdampak positif berbagai sektor pembangunan.

Sebelum acara kuliah umum Dubes mengadakan pertemuan dengan Wakil Rektor UNO Urusan Hubungan Luar Negeri, Prof Giuseppe Cataldi yang ingin meningkatkan kerja sama dan menjajaki untuk membuka studi keislaman. Dubes mengatakan Indonesia menyambut baik keinginan Universitas Napoli Orientale (UNO) untuk pengembangan studi bahasa Indonesia dan menjajaki pembukaan studi keislaman dengan fokus Islam di Indonesia dan Asia Tenggara.

Untuk itu, KBRI Roma mengajak peran serta Depdiknas, perguruan tinggi dan lembaga terkait di Indonesia untuk merealisasikan rencana tersebut. Dubes Oemar menjelaskan implementasi hubungan kerja sama kebudayaan RI-Italia yang ditandatangani 1997 umumnya masih dalam bentuk kerja sama pendidikan, terutama pemberian beasiswa.

Dikatakannya, Pemerintah Indonesia terus mengupayakan perbaikan mutu program beasiswa Darmasiswa RI yang ditawarkan kepada mahasiswa di berbagai negara, termasuk mahasiswa Italia untuk belajar bahasa, seni dan budaya di sejumlah universitas pilihan di Indonesia.

Sebagai tindaklanjutnya, KBRI Roma memberikan kesempatan kepada mantan penerima Darmasiswa, termasuk dari UNO untuk magang di KBRI Roma untuk mengetahui perkembangan Indonesia sambil meningkatkan kemampuan bahasa.  Terkait dengan kerja sama studi keislmanan, Dubes Oemar dan Prof Cataldi sepakat menjajaki kerja sama antara UNO dengan mitranya di Indonesia dalam bentuk petukaran dosen dan mahasiswa serta riset bersama.

Sebagai langkah awal, KBRI Roma akan membantu mengupayakan kunjungan pakar Islam Indonesia yang melakukan lawatan di Italia atau negara tetangga untuk memberikan kuliah umum di UNO mengenai Islam di Indonesia.

Kuliah umum Dubes dan staf KBRI Roma di UNO merupakan suatu tradisi yang telah berlangsung sejak masa-masa awal pembukaan studi bahasa Indonesia di UNO. Prof Faizah Soenoto, pakar bahasa Indonesia yang pensiun tahun ini telah membesarkan studi bahasa Indonesia di UNO selama 45 tahun. Posisinya saat ini digantikan Prof Antonia Soriente, bekas murid dan asistennya, yang menyelesaikan studi tingkat pascasarjananya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1995.