5 Penulis Terkenal Indonesia Ini Karyanya Diterjemahkan Berbagai Bahasa

Indonesia bisa dikatakan sebagai gudangnya sastrawan hebat. Karya-karya anak negeri tak kalah keren kok dengan tulisan dari penulis-penulis negera lain. Pun, karya mereka juga sudah go international karena dianggap sangat menarik untuk dipelajari. Maka dari itu, tak jarang hasil karya dari para penulis berbakat Indonesia diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing.

Karena ada begitu banyak penulis berbakat yang dimiliki bangsa ini, sudah sepatutnya kita berbangga hati. Nah, mau tahu siapa saja mereka? Berikut adalah lima penulis berbakat Indonesia yang karyanya sudah go international dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

1. Goenawan Mohamad

Siapa yang tak pernah mendengar nama besarnya. Dia adalah salah satu sastrawan terkemuka di Indonesia yang karyanya bahkan sudah dibaca hingga ke luar negeri. Lahir di Batang pada 29 Juli 1941, Goenawan semasa muda lebih dikenal sebagai penyair. Bersama beberapa kawannya, dia kemudian mendirikan majalah berita Tempo pada tahun 1971. Sayangnya, tahun 1994 penerbitan Tempo dihentikan karena dianggap terlalu keras mengkritik rezim Orde Baru.

Setelah Soeharto jatuh pada 1998, barulah Tempo dibuka kembali. Untuk memperluas cakupan dari kantor berita ini, Tempo kemudian mengeluarkan surat kabar harian yang disebut Koran Tempo. Setelah menjabat selama dua periode (1971-1993 dan 1998-1999), Goenawan akhirnya berhenti sebagai wartawan. Meski begitu, dia tetap setia untuk berkarya di dunia seni dan sastra.

Soal karya tak perlu ditanya, karena tulisan-tulisan Goenawan sudah menembus hingga ke tingkat internasional. Seperti misalnya, kumpulan puisi dalam Parikesit (1969) dan Interlude (1971) telah diterjemahkan ke bahasa Belanda, Inggris, Jepang, dan Perancis. Bukunya yang berjudul Tuhan dan Hal Hal yang Tak Selesai (2007) juga sempat dibuat edisi bahasa Inggrisnya dengan judul On God and Other Unfinished Things. Buku tersebut diterjemahkan oleh Laksmi Pamuntjak.

2. Andrea Hirata

Karya-karya Andrea Hirata yang begitu cemerlang di dunia sastra berhasil membuat para pembaca kagum padanya. Selain jago merangkai kata, pria kelahiran Belitung, 24 Oktober 1967, ini juga dikenal sebagai seorang akademisi. Andrea sempat mengenyam pendidikan di luar negeri, ketika dirinya mendapat beasiswa program master di Universitas Sheffield Hallam, Britania Raya.

Kala itu, tesis Andrea yang ditulis untuk bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan dia bahkan berhasil lulus cum laude. Sekarang, tesis tersebut telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan menjadi buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.

Selain itu, novel-novel yang dikarangnya juga mendapat apresiasi yang sangat positif dari pembaca di luar negeri. Terbukti, tetralogi Laskar Pelangi sudah diterjemahkan ke dalam 21 bahasa, termasuk Jepang dan Italia. Dan karyanya itu juga telah menjadi Best Seller Internasional.

3. Buya Hamka

Pria yang masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia ini memang dikenal dengan karya romannya yang menyentuh hati. Tentunya, kamu masih ingat dengan film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang langsung bikin publik terpikat dengan karakter Zainuddin dan Hayati. Selain novel tersebut, Di Bawah Lindungan Ka’bah juga sudah diangkat ke layar lebar beberapa waktu lalu.

Karya roman dari Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama penanya, Hamka, juga telah diterjemahkan ke bahasa asing, termasuk Arab. Tak hanya aktif di dunia sastra, Hamka juga dikenal sebagai tokoh terkemuka Muhammadiyah. Dia sempat menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama.

Di bidang akademik, Hamka juga sering diminta untuk mengisi seminar dan ceramah. Untuk segala kontribusinya, Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia pernah mengganjarnya dengan gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta, telah mengukuhkan Hamka sebagai guru besar.

4. Pramoedya Ananta Toer

Berbakat dan berani. Dua kata itu bisa menggambarkan sosok Pramoedya Ananta Toer yang begitu cemerlang dengan karya-karya sastranya. Lahir di Blora, Jawa Tengah, dia dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Selama masa hidupnya, Pramoedya diketahui telah menghasilkan lebih dari 50 karya. Dan semuanya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Sastrawan yang meninggal pada 30 April 2006 ini sebetulnya memiliki nama Pramoedya Ananta Mastoer. Namun kata Mas kemudian dihilangkan dari Mastoer, karena dianggapnya terkesan aristokratik. Selama berkecimpung di dunia sastra, Pramoedya pernah dibui selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama. Bahkan, rezim Orde Baru pernah menahannya selama 14 tahun, tanpa melalui proses pengadilan sama sekali.

Untuk segala kontribusinya di dunia sastra, Pramoedya telah diganjar dengan berbagai penghargaan, seperti Ramon Magsaysay Award, Wertheim Award, UNESCO Madanjeet Singh Prize, Doctor of Humane Letters, dan masih banyak lagi.

5. Chairil Anwar

Karyanya yang berjudul “Aku” masih diperdengarkan hingga sekarang. Ya, siapa lagi kalau bukan Chairil Anwar. Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 26 Juli 1922, Chairil kerap dijuluki “Si Binatang Jalang”. Puisi-puisi yang ditulisnya memang sangat mengena di hati. Hal ini karena Chairil sangat cerdas dalam memilih kata yang sangat pas dan apik.

Kecintaannya pada karya sastra, terutama puisi, dimulai ketika dia dan ibunya pindah ke Jakarta pada 1940. Dia pertama kali mempublikasikan puisinya pada tahun 1942. Sejak itu, Chairil pun semakin aktif menulis dan memasukkan beragam tema dalam puisinya. Sayangnya, kondisi fisik Chairil tak seprima karya-karya puisinya.

Dia bahkan akhirnya meninggal di usia yang masih muda, yakni 27 tahun. Menurut pengakuan beberapa kerabatnya, Chairil memang sudah sejak lama menderita sakit, dan diperkirakan dirinya meninggal akibat TBC. Meski begitu, karya dari pujangga ini tetap dikenang sampai sekarang. Bahkan, karya-karya Chairil sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Jerman, bahasa Rusia dan Spanyol.

8 Penulis fenomenal dengan pendapatan terkaya di Indonesia

Bila selama ini kamu selalu berpikir bahwa menulis adalah perkerjaan yang membosankan, mungkin sebaiknya kamu mulai berpikir salah tentang asumsimu itu. Karena menulis ternyata bisa menjadi sumber penghasilan yang mungkin membuat kalian iri setelah membaca tulisan ini.

Selama ini, mungkin kamu selalu membenci dan meremehkan pelajaran bahasa Indonesia, karena sesungguhnya bahasa ibu kita itu, telah menjadi inspirasi dan karya dari penulis-penulis Indonesia yang menjadikan mereka kaya, terkenal dan popular. Ketika kita berusaha menjauhi bahasa kita sendiri dengan pelajaran bahasa inggris atau mandarin. Mereka membuktikan pikiran dan tulisan mereka telah membawa mereka dalam kehidupan yang nyaman.

Berikut ini adalah 8 penulis terkaya berdasarkan survei beberapa majalah kampus, ekonomi, gramediakompas dan beberapa sumber terpercaya:

1. Andrea Hirata


Andrea Hirata adalah penulis sukses best seller Laskar Pelangi dan beberapa buku lainnya seperti Sang Pemimpi, Maryamah Karpov. Sumber menyebutkan, Andrea menjual lebih dari 600.000 copy exp bukunya dan dengan total keuntungan lebih dari Rp 3,6 miliar saja dalam satu judul laskar pelangi. Bila ditambah dengan beberapa bukunya yang mencetak best seller, mungkin bisa kalian bayangkan sendiri berapa penghasilan pria asal Belitung tersebut. Bonus tambahannya ia menjual karyanya dengan harga 25 juta untuk difilmkan. Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

2. Habiburrahman El Shirazy


Hampir semua karya-karya Habiburrahman yang berupa novel maupun mini novel best seller. Sebut saja Ayat-Ayat Cinta yang puluhan kali dicetak ulang lalu difilmkan dan ditonton oleh 3,5 juta orang. Novel yang lain Ketika Cinta Bertasbih menyamai Ayat-ayat Cinta. Novel terbarunya yang bersetting Rusia, Bumi Cinta juga mulai mengikuti novel-novel sebelumnya yang best seller. Bukunya AAC terjual lebih dari 400.000 exp menempatkan pria lulusan mesir ini sebagai penulis terkaya kedua di Indonesia dengan Rp 2,4 Milliar. Bonus tambahan yang ia dapatkan dari novelnya yang diangkat ke layar lebar adalah 150 juta dari Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan Migrab Cinta.

3. Mira W.


Penulis yang paling produktif dalam 20 tahun terakhir dengan buku-buku fenonemalnya seperti Cinta Sepanjang Amazon, menempatkan penulis yang juga dokter umum ini berada di peringkat ketiga penulis terkaya di Indonesia. Mira W. melahirkan lebih dari 20 novel best seller yang diperkirakan memberikan keuntungan lebih dari Rp 2 milliar dari bukunya tersebut. Ia juga aktif menjual karyanya ke film dan layar lebar. Bila perbuku ia mendapatkan 25 juta, silakan hitung berapa uang yang ia hasilkan dari hak ciptanya tersebut.

4. Dewi “Dee” Lestari


Dee adalah salah satu penulis yang cukup fenomenal. Kehadiran Supernova-nya yang terkesan “rumit” banyak digemari penikmat sastra di Indonesia. Supernova Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh, Supernova Petir dan Supernova Akar mampu menyaingi novel-novel teenlit dan Chiklit yang marak kala itu. Perahu Kertas adalah novel terbaru Dee, sebelumnya Dee mengeluarkan kumpulan tulisannya dalam Rectoverso. Di Rectoverso, Dee mampu membuktikan bahwa tulisan yang berkualitas dapat juga diapresiasi dengan baik. Rectoverso juga dikawal dengan album solo Dee bertajuk sama. Semua lagu di album Rectoverso merupakan gambaran setiap tulisan di bukunya. Lirik maupun tulisan di buku sama-sama puitis. Ia konon menghasilkan lebih dari 1,5 miliar rupiah dari seluruh novelnya.

5. Agnes Davonar


Ia tidak memiliki latar belakang seni ataupun sastra, tapi memulai tulisan-tulisan ringannya lewat blog pribadinya. Tanpa ia sadari, tulisan-tulisannya mampu membius pembaca online hingga akhirnya ia menjelma menjadi penulis novel fenomenal dengan beberapa kontroversi yang menghampanya. Gaby, karakter ciptaannya menjadi kasus terumit di Indonesia yang melibatkan perebutan lagu misterius. Berbekal prestasi blogger internasional dan sejumlah penghargaan nasional, membuat nama dua bersaudara ini melambung menjadi penulis termahal di Indonesia. Buku Surat Kecil Untuk Tuhan karya mereka terjual lebih dari 200.000 exp atau menghasilkan 700 Juta Rupiah. Ia masih memiliki 7 novel lain yang mencetak best seller yang dijual di luar negeri. Menurut sumber film Indonesia, Agnes bersaudara mendapatkan lebih dari 500 juta Rupiah dari hak cipta novelnya yang semuanya telah menjadi perebutan produsen-produsen kakap nasional. Ia mendapatkan akusisi blognya dari Garudafood lewat produk chocolatosnya dengan nilai sponsorship 500 juta pertahun. Sampai saat ini, penulis ini masih dikenal misterius karena tertutup dan jarang sekali tampil walau dibayar mahal sekalipun dalam sebuah seminar.

6. Raditya Dika


Sama halnya dengan Agnes Davonar, Raditya Dika memulai karielnya sebagai seorang blogger dan berhasil menempatkan dirinya sebagai penulis terkaya ke 6 di Indonesia lewat novel Kambing Jantan-nya yang fenomenal. Walau film adapatasi novelnya gagal di pasaran, tapi buku-bukunya tetap menjadi terfavorit dan mendapatkan lebih dari 500 juta keuntungan pribadi yang membuat pria yang bekas mantan pacar Sherina ini sebagai penulis muda beruntung. Ia juga menjadi artis yang sukses dengan beberapa iklan dan tampil dalam acara televisi.

7. Agnes Jessica


Dia adalah seorang guru matimatika yang kemudian berhenti mengajar dan memutuskan karielnya menjadi seorang penulis. Ternyata pilihanya tidak salah, ia menjadi penulis yang aktif hingga nyaris menerbitkan 1 bukunya setiap bulan, terkenal akan karyanya Sepatu Kaca, menempatkan dirinya dengan pendapatan lebih dari 400 juta keuntungan pribadi dan belum termasuk hak cipta film untuk karyanya.

8. Asma Nadia


Kiprah wanita yang satu ini memang luar biasa. Puluhan bukunya baik yang berupa novel, kumpulan cerpen dan kumpulan essai telah terbit. Dan hampir semuanya best seller. Tulisan-tulisan Asma Nadia banyak ditemukan di majalah hingga koran. Salah satu bukunya yang best seller adalah Catatan Hati Seorang Isteri yang diterbitkan Lingkar Pena Publishing dan Kumcer Emak Ingin Naik Haji. Tulisan-tulisan yang dibuat oleh Asma tentu saja banyak memberikan inspirasi dan motivasi. Nilai-nilai yang syar’I dapat ditemukan di setiap tulisannya. Hebatnya lagi, Asma mampu mengemasnya dengan cantik bahkan meremaja sekali. Sehingga banyak sekali remaja yang menyukai tulisan-tulisannya. Konon ibu muda ini mengumpulkan lebih dari 300 juta dari karyanya yang beredar dan beberapa hak cipta film untuk novelnya.

7 Penulis Indonesia Ini Terkenal dengan Quotes-nya yang Kece-kece.

Belakangan ini, novel menjadi salah satu karya sastra yang menarik banyak perhatian dari masyarakat, khususnya anak muda. Nah, buat kamu-kamu yang suka baca novel pasti sudah nggak asing dengan nama-nama ini. Mereka adalah beberapa dari sekian banyak penulis hebat Indonesia yang terkenal nggak cuma karena cerita dalam novelnya yang emang keren tapi juga karena kutipan atau quotes di dalamnya yang nggak kalah kece.

1. Dewi Lestari

Dewi Lestari atau akrab disapa ‘Dee’ ini merupakan salah satu penulis yang novelnya paling banyak disukai. Novelnya yang berjudul ‘Perahu Kertas’ pun bahkan dituangkan ke dalam sebuah film yang diberi judul sama. Selain itu, Dee yang juga seorang penyanyi, menciptakan sebuah lagu berjudul ‘Malaikat juga Tahu’ yang juga merupakan salah satu judul cerita dalam bukunya, Rectoverso. Dengan lirik dan isi lagu yang menyentuh, nggak heran kalau lagu ini jadi hits yang populer saat itu. Kutipan kalimat yang kece-kece dari dalam novelnya pun banyak bertebaran di situs-situs jejaring internet dan menjadi favorit.

“Aku memandangimu tanpa perlu menatap.
Aku mendengarmu tanpa perlu alat.
Aku menemuimu tanpa perlu hadir.
Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa,
karena kini kumiliki segalanya.”
-Rectoverso-

2. Tere Liye

Jujur saja, pertama kali mendengar namanya kamu bakal ngira kalau Tere Liye ini adalah seorang cewek, kan? Hahaha. Tapi faktanya guys, dia ini seorang laki-laki dengan nama asli Darwis. FYI, kata Tere Liye ini dalam bahasa India artinya ‘untukmu’. Sudah banyak novel yang dia tulis, sebut saja ‘Hafalan shalat Delisa’ dan ‘Moga Bunda Disayang Allah’ yang diangkat ke layar lebar. Kepiawannya merangkai kata-kata membuat Quotesnya, baik yang ada di dalam novelnya maupun yang ia posting di fanspagenya, sangat terkenal dan disukai khusunya oleh anak muda.

“Lepaskanlah.
Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan.
Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita.
Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.”
-Rindu-

3. Asma Nadia

Asma Nadia adalah seorang penulis novel dan cerpen Indonesia yang prestasinya nggak bisa dibilang biasa aja. Melalui karyanya, penghargaan tingkat nasional hingga Asia Tenggara sudah pernah diraihnya. Selain itu, beberapa novel miliknya juga dibuat menjadi film layar lebar dan sinetron yang tayang di statsiun televisi swasta Indonesia. Banyak quotes dalam novelnya yang disukai dan menyentuh hati pembacanya.

“Namun, rasa sakit akan menguatkan seseorang menapaki hidup.
Penderitaan akan menumbuhkan kebijaksanaan.
Kesengsaraan yang melewati batas akan melahirkan kekuatan yang tak bisa diduga.”
-Assalamualaikum, Beijing!-

4. Raditya Dika

Komika yang punya nama asli Dika Angkasaputra Moerwani ini, memang terkenal juga sebagai seorang penulis dan pembuat film. Buku-buku yang dia tulis bergenre komedi yang diselipkan nuansa percintaan ala anak muda. Radit yang sampe sekarang belum nikah ini memang seorang penulis yang membawa angin segar dengan cerita-ceritanya yang anti mainstream, makanya nggak sedikit dari bukunya yang difilmkan dan berhasil mengikat banyak hati para penggemar film Indonesia. Meskipun film-filmnya bergenre komedi, tapi Radit pinter juga lho bikin kata-kata keren yang akhirnya jadi quotes di setiap filmnya.

“Di dalam  bentuk tubuh yang biasa-biasa ini, gue lagi remuk redam hancur minah, compang camping, kuda bunting.
Tapi bagi orang lain yang ngeliat, gue terlihat biasa.
Karena apapun masalah kita, serumit dan sekompleks apapun, orang lain akan tetep jalan dengan hidupnya, seolah tidak memperdulikan, Life must goes on.”
-Cinta Brontosaurus-

5. Salim A. Fillah

Beda dengan penulis sebelumnya, Salim Akhukum Fillah atau populer dengan nama Salim A. Fillah adalah seorang pendakwah sekaligus penulis buku islami. Karirnya sebagai seorang penulis mulai dikenal ketika menerbitkan buku ‘Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan’ pada tahun 2003. By the way, selain menulis buku, Salim A. Fillah juga pernah menulis surat terbuka lho. Surat terbuka itu masing-masing beliau tujukan kepada Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di dalam buku-bukunya, Salim A. Fillah banyak menarik perhatian pembaca melalui rangkaian kata-katanya.

“Jika kita menghijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah.
Jika kita menghijrahkan cinta dari “jatuh cinta” menjadi “bangun cinta” maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga.”
-Jalan Cinta Para Pejuang-

6. Habiburrahman El Shirazy

Kalo kamu suka nonton Ayat-ayat Cinta, Di Bawah Lindungan Kakbah, atau Dalam Mihrab Cinta, itu artinya kamu pasti akrab dengan nama ini. Yaps, Habiburrahman El Shirazy atau biasa dipanggil Kang Abik adalah seorang novelis terkenal, bukan cuma di Indonesia tapi beliau juga terkenal di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, hingga Australia. Kisah cinta yang dibalut nilai-nilai religi di dalamnya memberi nilai ketertarikan sendiri bagi novelnya. Ini dia salah satu kutipan dari novelnya.

“Cinta adalah sesuatu yang menakjubkan.
Kamu tidak perlu mengambilnya dari seseorang untuk memberikannya kepada orang lain.
Kamu selalu memilikinya lebih dari cukup untuk diberikan kepada orang lain.”
-Dalam Mihrab Cinta-

7. Andrea Hirata

Andrea Hirata ialah seorang penulis paling populer dari Indonesia. Karyanya yaitu novel ‘Laskar Pelangi’ bahkan sudah diakui sampai ke luar negeri dan diterjemahkan kedalam beberapa bahasa asing. Quotesnya yang ditulis dalam novel-novelnya juga nggak kalah kerennya.

“Kebosanan itu kejam, tetapi kesepian lebih biadab dari pada kebosanan.
Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih.”
-Ayah-

Nah, itu tadi beberapa penulis Indonesia yang terkenal dengan quotesnya yang emang keren abis. Sebenarnya di samping yang di atas masih banyak banget penulis-penulis Indonesia lainnya yang juga punya karya dengan kutipan-kutipan keren milik mereka. Kira-kira siapa yang jadi idolamu?

20 Quotes Sastrawan Indonesia yang Bakal Mengubah Hidupmu Seketika

Ada banyak hal yang punya andil untuk mempengaruhi hidup kita, seperti buku, musik, hobi dan lain-lain. Begitu juga dengan quotes yang dicetuskan sastrawan Indonesia. Hanya dengan selarik-dua larik kalimat, kehidupan kita dapat terpengaruh. Memang magis.

Kita lantas dibuat sadar tentang banyak hal. Tentang kehidupan sosial, cinta yang tak picisan, penantian yang sia-sia, dan hal-hal lain yang dekat dengan keseharian. Padahal hanya dengan selarik kalimat. Tak percaya? Yuk simak quotes sastrawan Indonesia yang bakal mengubah hidupmu.

1. “Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.” – Seno Gumira Ajidarma

2. “Seorang pencerita adalah juga seorang penghapus.” ― Intan Paramaditha

3. “Aku kira, setiap penulis yang jujur, akhir-kelaknya akan kecewa dan dikecewakan.” ― Pramoedya Ananta Toer

4. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”― Pramoedya Ananta Toer

5. “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”― Pramoedya Ananta Toer

6. “Definisi kesepian yang sebenarnya adalah hidup tanpa tanggung jawab sosial.” ― Goenawan Mohamad

7. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca: sebuah kebahagiaan.”― Goenawan Mohamad

8. “Kau harus tahu lupa adalah lahan subur kenangan-kenangan. Biarkan ia mengalir seumpama sungai. Saatnya akan tiba, kau akan betul-betul lupa.” ― M. Aan Mansyur

9. “Mantan kekasih persis seperti utang, kita tidak pernah betul-betul melupakannya. Kita hanya selalu pura-pura melupakannya.”― M. Aan Mansyur

10. “Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu” ― Sapardi Djoko Damono

11. “Barangkali hidup adalah doa yang panjang, dan sunyi adalah minuman keras. ia merasa Tuhan sedang memandangnya dengan curiga; ia pun bergegas.” ― Sapardi Djoko Damono

12. “Lalu, apabila kematian adalah keperkasaan kodrati maka kehadirannya, bahkan baru gejalanya, sudah mampu membungkam segala gejolak rasa.”― Ahmad Tohari

13. “Kekalahan di bidang politik adalah kesalahan hidup secara habis-habisan dan akibatnya bahkan tertanggung juga oleh sanak-famili.”― Ahmad Tohari

14. “Kalau yang memuji itu teman baik, itu biasa. Kalau yang mencela itu musuh, juga biasa. Tapi kalau yang memuji itu musuh, dan yang mencela itu kawan, itu menyebabkan saya berpikir-pikir.” ― A.A. Navis

15. “Hal lain yang menghalangi produktivitas ialah pujian kritisi. Pujian itu bagai menantang saya, agar saya menulis yang nilainya sama dengan apa yang terbaik telah saya tulis selama ini.” ― A.A. Navis

16. “Semakin banyak yang kuketahui tentang dirinya, semakin ia tak menarik lagi. Hubungan kita bisa panjang, karena aku tak tahu seluruhnya tentang dirimu.”― Linda Christanty

17. “Kalau hendak membuat api, dengan dua potong kayu, janganlah diperpukulkan, karena maksudmu tidak akan kesampaian. Jangan potong-potong, tapi pergosok-gosokkan dengan perlahan-lahan… Jangan dengan angkara murka, hendaklah dengan sabar juga. Sabar, bukan tanda kalah, melainkan tanda seimbang, tanda sama tengah yang sejati, pangkal mula kehidupan yang benar.” ― Armijn Pane

18. “Keris dan tombak itu budaya agraris, sedangkan pistol itu budaya industrial. Dengan keris dan tombak orang mesti kenal dengan terbunuh, sedangkan dengan pistol orang dapat membunuh dari kejauhan.” ― Kuntowijoyo

19. “Kita bisa memesan bir, namun tidak bisa memesan takdir.” ― Djenar Maesa Ayu

20. “Adakah keindahan perlu dinamai?” ― Ayu Utami

Intisari Perkembangan Sastra di Indonesia

SEJARAH SASTRA

1. Sejarah sastra mempelajari tentang :
– Kedudukan sastra
– Disiplin ilmu sastra
– Teori sastra
– Kristik sastra
– Perkembangan sastra

2. Pengertian sejarah sastra
Sejarah sastra adalah bagian dari ilmu sastra artinya ilmu yang mempelajari tentang perkembangan dan permasalahanya. Sejarah sastra juga jenis karya sastra seperti sejarah perkembangan puisi , prosa , prosa liris dan drama.

3. Sejarah sastra dan sastra Indonesia
Beberapa abad yang silam selain adat istiadat yang ada juga ada kerajaan–kerajaan dibeberapa tempat di wilayah nusantara misalnya: sriwijaya di sumatra , mojopahit di jawa ,malaka dan pasai di semenanjung Maluku.
Pada tahun 1918 bahasa melayu digunakan sebagai bahasa pengantar ilmu disekolah pada sekolah-sekolah belanda. Bahasa melayu juga digunakan sebagai bahasa mengantar maka itulah yang menjadi bahasa nasional di Indonesia.

4. Bahasa melayu dan bahasa Indonesia / bahasa nusantara :
– Sastra melayu
bahasa yang digunakan sebelum tahun 1918. Bahasa melayu digunakan sebagai bahasa pengantar disekolah / pendidikan agama islam dan pendidikan agama Kristen di wilayah Indonesia timur. Untuk penulisan kitab suci karena mereka mengangap bahasa melayu adalah bahasa tua  dalam bahasa ibrani.
– Bahasa nusantara / Indonesia
Semua karya sastra yang bernilai di nusantara dinamakan sastra nusantara dengan mengunakan bahasa melayu.
– Pada tahun 1918 roman
yang ditulis pertama dalam bahasa Indonesia adalah roman azab dan sensara buah karya merari siregar , roman siti nurbaya karya marahrusli dan salah asuhan karya abdul muhis.
– Kedudukan sastra Indonesia
Dalam lingkup sejarah sastra tidak terlepas dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia sebagai sarana sastra.

Ada bahasa maka ada sastra dan tidak mungkin ada sastra tanpa bahasa.
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yaitu : salah satu bahasa yang ada dinusantara.
Secara alamiah bahasa melayu tersebar melalui pandangan dari berbagai bahasa yang ada diasia dan akhirnya menjadi bahasa pergaulan dengan istilah lingua franca.
Bahasa melayu beradaptasi dengan bahasa ibu setempat, yang ada dinusantara akhirnya terjadi dialek-dialek yaitu : dialek melayu jawa , dialek melayu ambon , dialek melayu papua , dialek melayu bugis dan lain-lain.

Bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pemersatu yang sebelumnya terpecah belah oleh belanda dengan politik deide et impera.
Para pemuda dan pelajar melihat bangsa yang hidup menderita diatas tanah airnya sendiri maka dipandang perlu mengikrarkan bersama yang isinya dikenal dengan nama sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 dengan isinya : berbahasa satu ,berbangsa satu dan bertanah air satu , Indonesia.

Pada tahun 1918 pusat penulisan sastra melayu beralih dari tanah melayu Sumatra ke Batavia jawa dengan mendirikan balai pustaka oleh pemerintah belanda.

5. Perkembangan sejarah sastra
– Sastra melayu sebelum akhir abad ke 19 dinamakan sastra melayu klasik , kuno , atau sastra tradisional.
– Sastra peralihan dari sastra lama ke sastra baru dinamakan masa abdullah kadir munsyi di sebut masa peralihan.
– Kesastaraan melayu setelah abad ke 20 disebut sastra Indonesia baru atau sastra modern.

6. Kelahiran kesusastraan Indonesia baru atau modern
Lahirnya kesusastraan modern. Masalah kelahiran sastra Indonesia dari beberapa sastrawan sebagai berikut.
– Umar Yunus. Sastra Indonesia baru ada setelah ada bahasa Indonesia artinya sastra Indonesia ada setelah bahasa persatuan diresmikan pada tanggal 28 oktober 1928.
– Ayub Rosidi. Mengakui bahwa sastra itu tidak mungkin ada tanpa bahasa sebagai media saranannya.beliau lebih mementingkan adanya rasa nasionalisme yang ada dalam karya sastra tersebut maka sastra Indonesia pada tahun ke 20-an menetapkan tahun lahirnya sastra Indonesia yaitu tahun 1922.
– C.A.Teeuw. hampir sama dengan Ayub Rosidi yaitu kesustraan Indonesia mulai lahir pada tahun 20-an yaitu pada saat lahirnya roman dan puisi kebanggan mulai digunakan oleh pengarang dalam bahasa Indonesia.
– Slamet Mulyana. Sastra mulai ada dari sudut lahirnya sebuah Negara seperti Indonesia.  Sastra Indonesia ada setelah bahasa Indonesia secara resmi diakui penggunaannya sebagai bahasa nasional bahkan dikukuhkan dalam undang-undang dasar 1945 ,maka sebelumnya dinamakan sastra melayu karena Indonesia belum merdeka.
– Pendapat ahli bahasa lainnya. Pembabakan dalam sejarah sastra Indonesia. Masa pembabakan disebut juga massa pengelompokan sastra Indonesia atas dasar angkatan atau periode.

Sejarah Perkembangan Sastra Indonesia

Sastra Indonesia merupakan sastra yang dibuat di wilayah kepulauan Indonesia. Sastra Indonesia ini merujuk pasa sastra yang bahasa akarnya berdasarkan bahasa melayu ( dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya ). Dalam sejarah sastra Indonesia dikenal dengan istilah angkatan. Angkatan adalah suatu usaha pengelompokan sastra dalam suatu masa tertentu berdasarkan atas cirri khas karya yang dihasilkan pada masa itu. Angkatan-angkatan dalam sejarah sastra Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Angkatan Pujangga Lama
Pujangga Lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada angkatan ini didominasi oleh syair, pantun, gurindam, dan hikayat. Para penulis pada masa ini diantaranya adalah:
• Hamzah Fansuri,
• Syamsudin Pasai,
• Abdurrauf Singkil,
• Nuruddin ar-Raniri,dll.

2. Angkatan Sastra Melayu Lama
Karya sastra Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870-1942 yang berkembang di lingkungan masyarakat Sumatra, seperti Langkat, Tapanuli, Minangkabau, dll. Isi sastranya masih dalam bentuk syair, hikayat, dan terjemahan novel barat. Beberapa karya sastra yang ada pada masa ini adalah:
• Robinson Crusoe (terjemahan)
• Nyai Dasima oleh G. Francis (Indonesia)
• Bunga Rumpai oleh A.F. Van Dewall

3. Angkatan Dua Puluhan (Balai Pustaka)
Disebut angkatan dua puluhan karena angkatan ini lahir di tahun 1920-an. Disebut angkatan balai pustaka karena penerbit yang banyak menerbitkan adalah Balai Pustaka. Pada angkatan ini isi yang ada adalah mengenai prosa ( roman, novel, cerpen, drama ) dan puisi. Beberapa karya sastra angkatan ini adalah:
• Azab dan Sengsara (roman, 1920, oleh Merari Siregar)
• Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (Nur Sutan Iskandar, 1923)
• Tak Putus dirundung Malang (roman, 1929, S.I. Alisyahbana)

4. Angkatan Tiga Puluhan (Pujangga Baru)
Angkatan ini lahir sekitar tahun 1933 dan 1942. Disebut pujangga baru karena pada saat itu ada majalah sastra yang terkenal yaitu majalah Pujangga Baroe. Karya sastra angkatan ini bersifat dinamis, individualis, tidak terikat tradisi, intelektual, dan nasionalistik. Terdapat dua kelompok sastrawan Pujangga Baru, yaitu:
• Seni untuk seni => Sanusi Pane, Tengku Amir Hamzah
• Seni untuk Pembangunan Masyarakat => S.T. Alisyahbana, armijn Pane Efendi.
Karya sastra yang dihasilkan antara lain :
• Layar Terkembang (roman, 1936, S.T. Alisyahbana)
• Anak Perawan di sarang penyamun (roman, 1942, S.T. Alisyahbana)
• Belenggu (roman, 1940, Armijn Pane)

5. Angkatan ‘45
Pelopor angkatan ini adalah Cahiril Anwar. Ciri-ciri karyanya antara lain adalah bebas, individualistik, realistik, dan futuristik. Karya-karya dari angkatan ini adalah;
• Kerikil Tajam (1949, Cahiril Anwar)
• Dari Ave Maria ke jalan lain ke Roma (Indrus), dll.

6. Angkatan 1950-1960 an
Pelopornya adalah Pramoedya Ananta Toer. Karya pada masa ini didominasi oleh cerpen dan kumpulan puisi. Contoh karya pada masa angkatan ini, yaitu:
• Pramoedya Ananta Toer
– Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)
– Keluarga Gerilya (1951)
• N. H. Dini
– Dua Dunia (1950)
• Mochtar Lubis
– Tak Ada Esok (1950)

7. Angkatan Enam Puluh Enam
Nama angkatan ini diberikan oleh H.B. Jassin. Muncul pada saat keadaan politik Indonesia kacau karena terror PKI. Karya sastranya banyak bersifat protes terhadap keadaan yang kacau pada saat itu. Beberapa karya pada angkatan ini adalah:
• Tirani (kumpulaln puisi oleh Taufik Ismail)
• Bila Malam Bertambah Malam (Putu Wijaya)

8. Angkatan 1980-1990an
Karya pada angkatan ini berisi tentang roman percintaan dan lebih menonjolkan tentang wanita. Beberapa contoh karya pada masa ini adalah:
• N.H. Dini
– Namaku Hiroko
– Dua Hati
Ciri-ciri dari karya N.H. Dini adalah lebih berpengaruh pada budaya barat
• HIlman Hariwijaya
– Lupus

9. Angkatan Reformasi
Munculnya angkatan reformasi ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra, puisi, cerpen, maupun novel yang bertema sosial-politik, dan seputar reformasi. Contoh karya pada masa ini adalah ;
• Widji Thukul
– Puisi Pelo
– Darman

10. Angkatan 2000-an
Contoh karya pada masa ini adalah :
• Habibburrahmana EL SIrzy
– Ayat-ayat Cinta (2004)
– Pudarny Pesona Cleopatra (2005)
• Andrea Hirata
– Laskar Pelangi (2005)

11. Cybersastra
Karya sastra yang dipublikasikan di dunia maya. Situs sastra Indonesia di dunia maya yang salah satunya adalah duniamaya,com.

Seperti inilah kiranya sejarah sastra di Indonesia. Setiap situasi dan kondisi suatu kaum atau negara bisa mempengaruhi isi dari karya-karya sastra Indonesia. Seiring berjalannya waktu, sastra Indonesia akan semakin berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

PENYEBAB MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA

Belanda menjadi sebuah negara terlama yang berhasil menjajah Indonesia. Terhitung sejak tahun 1600-an, Belanda sudah berhasil menancapkan kekuasaannya atas negeri Indonesia. Keinginan Belanda untuk menguasai sumber daya alam Indonesia yang berlimpah menjadi salah satu alasan Belanda untuk tetap berusaha memperhatankan kekuasaannya terhadap Indonesia.

Langkah awal Belanda dalam menguasai Indonesia dimulai dengan adanya VOC yang dibentuk tahun 1602. Visi penting yang dibawa VOC adalah untuk memonopoli perdagangan yang ada di Indonesia. VOC pun mengambil alih pemerintahan di Indonesia yang kemudian dijadikannya sebagai koloni.

Sebagai wilayah koloni, VOC memang berusaha membangun Indonesia. Sekolah – sekolah didirikan. Anak para kepala kampung diberikan pengajaran dan pendidikan hingga ke negeri Belanda. Pembangunan jalan raya dan infrastruktur lain dilakukan. Tapi, tentu saja hal tersebut dilakukan semata – mata untuk memperlancar kegiatan dagang VOC sendiri, alih – alih untuk menyejahterakan penduduk pribumi.

Tentu saja nasib yang lebih buruk menimpa sebagian besar masyarakat Indonesia karena kehilangan hak kebebasan untuk menentukan nasib sendiri. Penindasan, kelaparan dan kerja paksa harus dijalankan masyarakat Indonesia demi mematuhi titah penguasa Belanda.

Selama 300 tahun lamanya, masyarakat Indonesia berada dalam genggaman Belanda tanpa bisa melepaskan diri. Pemberontakan memang dilakukan demi upaya memerdekakan diri dari Belanda. Tapi segala upaya seolah gagal dan dengan mudahnya dimentalkan oleh Belanda.

Gagalnya upaya – upaya ini tak lain karena perjuangan masyarakat Indonesia yang masih bersifat kedaerahan. Mereka berjuang dengan daerah kecilnya masing – masing sehingga tak cukup kuat melawan pemerintahan Belanda yang menguasai seluruh nusantara.

Hingga di awal tahun 1900-an, nampaknya arah perjuangan masyrakat Indonesia mulai menunjukkan titik terang. Nasionalisme tampak bertumbuh dalam masyarakat Indonesia sehingga memunculkan keinginan untuk berjuang bersama seluruh nusantara.

Penyebab munculnya nasionalisme di Indonesia ini tentu memiliki banyak pemicu. Munculnya nasionalisme di Indonesia pada dasarnya disebabkan oleh banyak faktor yang secara umum dibagi dalam dua kelompok, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Berikut ini adalah faktor internal penyebab munculnya nasionalisme di Indonesia.

FAKTOR INTERNAL PENYEBAB MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA

  1. Munculnya perasaan senasib sepenanggunangan karena adanya penderitaan yang sama akibat penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.
  2. Kesatuan Indonesia di bawah Pax Neerlandica memberikan jalan ke arah kesatuan bangsa.
  3. Pembangunan sarana komunikasi antara pulau yang membuat semakin mudah dan semakin seringnya rakyat dari berbagai kepulauan untuk berkumpul.
  4. Semakin populernya bahasa Indonesia yang menjadi tali pengikat kesatuan bangsa yang ampuh. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan penggunaan atau penyebaran bahasa Belanda di kalangan pribumi sehingga membuat penggunaan bahasa Melayu semakin dipopulerkan dan bahasa yang digunakan pun memunculkan bahasa Indonesia yang cukup mampu untuk mengikat rasa nasionalisme.
  5. Masyarakat Indonesia yang semakin mengenal demokrasi. Ini disebabkan oleh adanya undang-undang desentralisasi 1903, yang diantaranya mengatur tentang pembentukan kotapraja (gemeente atau haminte) dan dewan-dewan kotapraja serta memperkenalkan rakyat indonesia tentang tata cara demokrasi yang modern.
  6. Reaksi atau koreksi terhadap semangat kedaerahan. Masyrakat Indonesia mulai menyadari bahwa semangat kedaerahan tidak cukup menguntungkan untuk bagi perjuangan kemerdekaan karena membuat kekuatan masyarakatnya terpecah belah dan lemah, sehingga diperlukan kesatuan yang lebih kuat yakni dengan nasionalisme.
  7. Inspirasi dari kejayaan Sriwijaya dan Majapahit yang kuat karena kesatuannya yang besar.

FAKTOR EKSTERNAL PENYEBAB MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA

  1. Ide-ide barat yang masuk melalui pendidikan barat yang modern. Ide – ide inilah yang menggantikan pendidikan tradisional (pondok, pesantren, wihara-wihara) dan membuka wawasan lebih luas bagi masyarakat Indonesia tentang kemerdekaan dan demokrasi.
  2. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 yang mampu menginspirasi serta mengembalikan kepercayaan bangsa Indonesia akan kemampuan diri sendiri.
  3. Pergerakan dan perjuangan bangsa lain dalam menentang penjajahan yang turut membakar semangat nasionalisme, seperti di Turki, Irlandia dan lain-lain.

ANEKA KARYA SASTRA PENINGGALAN DARI KERAJAAN ISLAM

Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Sejarah perkembangan dan penyebaran Islam di Indonesia pun telah berlangsung cukup lama. Kamu tentu sudah tahu bukan, kerajaan Islam pertama di Indonesia?

Ya, Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama yang didirikan di Indonesia. Selanjutnya, nusantara mulai dipenuhi oleh kerajaan -kerajaan Islam lain yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Kerajaan -kerajaan Islam yang berdiri di Indonesia ini tentu telah meningalkan jejak. Bentuk jejak peninggalan kerajaan Islam tersebut banyak yang berupa karya seni. Para seniman muslim di Indonesia meninggalkan begitu banyak karya yang menarik untuk dinikmati hingga sekarang.

Mulai dari karya seni yang dituangkan dalam bentuk bangunan masjid, seni pahat, seni ukir, seni lukis, seni pertunjukkan dan bahkan termasuk juga dalam karya sastra.

Kebanyakan dari peninggalan kerajaan Islam ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Islam dan kebudayaan setempat. Karenanya, karya -karya tersebut cukup beragam dan menarik.

Ada berbagai jenis karya sastra yang merupakan peninggalan dari kerajaan -kerajaan Islam. Karya sastra peninggalan kerajaan Islam tersebut di antaranya meliputi : hikayat, syair, suluk, babad, dan kitab-kitab.

Nah, berikut ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai aneka karya sastra yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Islam di Indonesia.

1. HIKAYAT

Hikayat merupakan bentuk karya sastra yang isinya berupa cerita atau dongeng yang seringkali dikaitkan dengan tokoh sejarah. Hikayat-hikayat peninggalan kerajaan Islam di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab, Persia, India, dan lain-lain.

Awalnya, hikayat-hikayat ini merupakan bentuk dakwah kepada masyarakat. Isinya berupa  ajakan kepada umat Islam agar dapat memperkuat keimanannya.

Hikayat bernapas Islam yang ada di Nusantara, umumnya menampilkan tokoh-tokoh pahlawan yang memperjuangkan kedaulatan suatu daerah.

Contoh hikayat peninggalam kerajaan Islam misalnya Hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat ini diperkirakan ditulis pada abad ke-14.

Hikayat Raja -raja Pasai berkisah tentang Merah Silu yang bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Lalu, Marah Silu bersyahadat dan menjadi Sultan Pasai pertama dengan gelar Malik al-Saleh.

Hikayat Si Miskin – Dikenal dengan nama Hikayat Marakarma. Hikayat ini mengisahkan tentang Manakarma yang lahir dari keluarga miskin. Namun, karena ia memiliki budi yang baik, pada akhirnya ia sukses menjadi raja.

Hikayat Amir Hamzah – Mengisahkan tentang kepahlawanan Amir Hamzah dalam memperjuangkan Islam serta mempertahankan Melaka dari serangan Portugis. Selain itu, ia juga harus melawan mertuanya yang masih kafir. Hikayat Amir Hamzah diperkirakan ditulis sebelum tahun 1511.

Hikayat Bayan Budiman – Mengisahkan isinya berupa kisah berbingkai yang disadur dari hikayat India, Sukasaptati. Hikayat ini sebelumnya telah diadaptasi ke dalam bahasa Persia oleh Kadi Hassan pada tahun 1371. Hikayat ini berisi tentang kisah burung bayan yang mencegah seorang perempuan muda yang hendak berselingkuh.

Hikayat Prang Sabi – Hikayat ini ditulis oleh Tgk Chik Pante Kulu di tahun 1881. Hikayat ini merupakan inspirator jihad rakyat Aceh dalam melawan Belanda. Di dalamnya, dikisahkan mengenai bidadari surga (ainul mardhiyah) yang menjadi jodoh bagi para pejuang yang mati syahid.

2. SYAIR

Syair merupakan media penyebaran Islam yang menarik. Sebetulnya, syair tidak hanya populer di Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh dunia. Syair-syair peninggalan sejarah Islam di Indonesia antara lain:

Syair Ikan Terubuk – Syair anonim ini berisi kisah fiksi yang di dalamnya termuat adab -adab dan tuntunan perilaku beragama.
Syair Kompeni Walanda – Di dalam syair ini merupakan riwayat Nabi.
Syair Perahu karya Hamzah Fansuri – Syair dari penyair yang hidup di Aceh pada masa pemerintahan Sulthan Alaiddin Riayat Syah Sayidil Mukamil (1589-1604 M) ini mengisahkan aneka pengajaran tentang adab.
Syair Perang Banjarmasin – Syair ini diperkirakan ditulis pada abad ke-16. Syair ini memang berisi beberapa pokok ajaran Islam, namun syair yang tidak diketahui pengarangnya ini dipastikan memiliki isi yang pro-Belanda. Hal ini dilihat dari teks pembukanya yang berisi pujian atas pemerintahan Belanda. Syair Peran banjarmasin ini juga mendiskreditkan Pangeran Hidayatullah. Padahal, Pangeran Hidayatullah di mata rakyat adalah sosok patriot.
Syair Siak Sri Indrapura – Isinya berupa silsilah raja-raja Siak.

3. SULUK

Suluk merupakan bentuk karya sastra yang isinya mengenai tasawuf tentang keesaan dan keberadaan Allah SWT. Suluk ini merupakan tembang gubahan Sunan Bonang yang dituliskan pada daun lontar.

Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Ada pun antara lain Suluk Wijil. Suluk ini pada dasarnya merupakan karya sastra yang berisi tentang ilmu tasawuf.

Ia juga menggubah tembang Tombo Ati (Obat Hati) yang kini masih sering dinyanyikan. Beberapa suluk yang lain adalah :
– Suluk Sukarsa isinya berupa ajaran tentang hakikat kepemimpinan.
– Suluk Syarab al Asyiqin karya Hamzah Fansuri isinya merupakan ajaran wahdat al-wujud, serta mengisahkan tentang tahap-tahap pencapaian makrifat.
– Suluk Malang Sumirang yang ditulis oleh Sunan Panggung dari Demak, sekitar tahun 1520. Suluk ini berisi kritikan terhadap Sultan Demak, dan juga ajaran Sunan Panggung yang dianggap sesat.

4. SASTRA DALAM BENTUK KITAB

Ada pula beberapa kitab peninggalan sejarah Islam. Karya sastra dalam bentuk kitab peninggalam kerajaan Islam antara lain:
– Kitab Manik Maya, dituliskan pada tahun 1740 oleh Raden Mas Ngabei Ronggo. Kitab ini berisi sejarah perkembangan Islam di area Pulau Jawa.
– Kitab Nitisastra, digubah di abad ke-15. Kitab ini tidak diketahui siapa penulisnya. Isi kitab ini mengenai ajaran moral dan pandangan hidup berupa kebijaksanaan.
– Kitab Nitisruti, yang juga tidak diketahi penulisnya ini berisi ajaran tentang filsafat dan moral.
-Kitab Sasana-Sunu, digubah pada 1798 oleh Raden Tumenggung Sastranegara. Kitab Sasana-Sunu ini berisi ajaran tentang tata cara hidup Islam, serta ajaran meneladani Rasulullah.
– Kitab Sastra Gending adalah karya Sultan Agung yang isinya memuat ajaran filsafat dan kebajikan.

5. BABAD

Babad merupakan bentuk cerita sejarah yang didalamnya banyak bercampur dengan mitos dan kepercayaan masyarakat yang kadang tidak masuk akal.

Karya sastra peninggalan Islam berupa babad antara lain:
– Babad Cirebon isinya berupa kisah Pangeran Cakrabuwana yang membangun kota Cirebon serta membangun perkampungan Muslim.
– Babad Demak ini isinya tentang kisah Raden Patah dalam mendirikan Kerajaan Demak.
– Babad Gianti diperkirakan ditulis pada tahun 1803. Di dalam babad Gianti, dibahas mengenai fenomena-fenomena politik yang terjadi di Pulau Jawa sekitar 1741 – 1757.
– Babad Raja-Raja Riau ini isinya berupa silsilah raja-raja Riau yang memiliki corak Islam.
– Babad Sejarah Melayu (Salawat Ussalatin).
– Babad Tanah Jawi dituliskan oleh Carik Braja pada 1788 atas perintah Sunan Paku Buwono III. Babad Tanah Jawi ini berisi silsilah raja-raja dari zaman Mataram Hindu hingga Mataram Islam.

PERIODISASI SASTRA DI INDONESIA

Periodisasi sastra adalah pembagian perkembangan kesusastraan yang pengelompokkannya berdasarkan pada periode waktu tertentu, dimana dalam periode tersebut sastra memiliki ciri khas yang serupa.

Periode sastra membahas mengenai perkembangan sastra dari masa ke masa. Di Indonesia, periodisasi sastra secara umum dibagi menjadi:
1. Kesusastraan Lama, yang terdiri dari:
– masa kesusastraan purba
– masa kesusastraan pengaruh Hindu
– masa kesusastraan pengaruh Arab

2. Kesusastraan peralihan atau masa Abdullah

3. Kesusastraan baru, yang terbagi atas :
– masa Balai Pustaka
– masa Pujangga Baru
– masa Angkatan ‘45
– masa Angkatan ‘66
Berikut akan diuraikan mengenai Kesusastraan Lama dan Masa Peralihan

MASA KESUSTRAAN LAMA

a.Masa Kesusastraan Purba
Kesusastraan purba merupakan kesusastraan melayu sebelum masuknya pengaruh Hindu dan Arab. Pada masa ini kesusastraan masih bersifat lisan atau leluri, karena masih banyak yang tidak mengenal tulisan atau aksara.

Karangan, baik berupa puisi atau pun prosa disampaikan mulut ke mulut oleh seorang yang disebut tukang cerita atau pelipur lara. Di daerah Jawa Barat, tukang cerita atau pelipur lara juga dikenal dengan sebutan Pawang.

Kesusastraan purba dalam bentuk prosa contohnya dongeng, sedangkan dalam bentuk puisi contohnya mantra dan pantun.

b.Masa Pengaruh Hindu
Masuknya agama Hindu ke Indonesia ikut mempengaruhi perkembangan sasatra melayu purba dan kesusastraan daerah. Agama Hindu memunculkan dongeng-dongeng yang berhubungan dengan dewa-dewa dan kepercayaan lain seperti cerita Mahabharata dan Ramayana, dan dalam puisi muncul bentuk gurindam.

Sejak masa kesusastraan yang dipengaruhi hindu ini mulai dikenal kesusastraan tertulis yang dibuktikan dari banyaknya ditemukan prasasti-prasasti dalam tulisan India (tulisan Pallawa), meskipun penyampaian sastra melalui lisan juga masih banyak.

c.Masa Pengaruh Islam
Masuknya ajaran Islam ke Indonesia turut menambah khasanah kesusastraan Melayu dan daerah. Ajaran islam mempengaruhi munculnya sastra dalam bentuk prosa dan puisi yang khas kesusastraan Arab dan Persia.

Contohnya dalam bentuk puisi adalah syair, rubai, nazam, dan gazal, sedangkan contoh dalam bentuk prosa dikenal hikayat seperti Hikayat 1001 malam dan dongeng Abu Nawas.

Ciri-ciri kesusastraan lama secara umum, yakni:

1. Karya sastra disampaikan secara lisan (leluri)
2. Tidak diketahui siapa pengarangnya
3. Isi karangan istana sentris atau selalu menceritakan kehidupan raja, istana dan putra-putri raja
4. Isi cerita bersifat khayalan fantastis yang tidak masuk akal
5. Isi cerita mengandung pengaruh agama dan kepercayaan Hindu dan Arab.

KESUSASTRAAN MASA PERALIHAN (ABDULLAH BIN ABDUL KADIR MUNSYI)

Kesusastraan masa peralihan juga disebut dengan masa Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Abdullah adalah seorang tokoh sastra yang mempengaruhi perubahan dalam karya sastra melayu lama yang awalnya bersifat khayal, fantastis dan istana sentris menjadi karya sastra yang lebih bersifat objektif dan membahas masalah kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti kisah yang menceritakan perjalanan hidupnya dalam karya Hikayat Abdullah.

Jasa-jasa Abdullah dalam perkembangan kesusastraan yakni:

1. Membawa perubahan baru bagi kesusastraan Melayu dengan mengenalkan karya yang bersifat biografi.
2. Menerjemahkan kitab suci Al-Qur’an ke dalam bahasa Melayu.
3. Ikut serta dalam menyusun buku sejarah Melayu.

Arti dan Makna dari Butir-butir Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Dari pembahasan diatas tentang butir-butir pancasila, bahwa menanamkan nilai pancasila itu sangat penting supaya kita terus berpedoman dalam menjalankan tugas kita sebagai pelajar yang akan menjadi generasi penerus bangsa Indonesia. Setelah kita tahu tentang butir-butir pancasila, kita harus lebih menjunjung tinggi nilai yang terkandung dalam setiap butir pancasila.