Mahasiswa Italia Menyukai Bahasa dan Sastra Indonesia

UNAS_ITALI-8

UNAS_ITALI-8

Mahasiswa Italia Menyukai Bahasa dan Sastra Indonesia

Sebanyak 55 mahasiswa Italia mengikuti kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Napoli Orientale (UNO) yang dibuka sejak tahun 1964.

UNO yang berdiri tahun 1732 itu satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang mengajarkan studi ketimuran (oriental studies) memiliki jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, ujar Counsellor Pensosbud, KBRI Roma, Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara di London, Inggris, Jumat (16/4).

Musurifun Lajawa mengatakan Dubes RI untuk Italia, Mohamad Oemar, memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 70 mahasiswa dan staf pengajar UNO, di Napoli.

Dia mengatakan, mahasiswa tampak antusias mengikuti penjelasan Dubes mengenai perkembangan terakhir dan berbagai capaian Indonesia sejak awal era reformasi 1999, terutama perkembangan demokrasi yang berdampak positif berbagai sektor pembangunan.

Sebelum acara kuliah umum Dubes mengadakan pertemuan dengan Wakil Rektor UNO Urusan Hubungan Luar Negeri, Prof Giuseppe Cataldi yang ingin meningkatkan kerja sama dan menjajaki untuk membuka studi keislaman. Dubes mengatakan Indonesia menyambut baik keinginan Universitas Napoli Orientale (UNO) untuk pengembangan studi bahasa Indonesia dan menjajaki pembukaan studi keislaman dengan fokus Islam di Indonesia dan Asia Tenggara.

Untuk itu, KBRI Roma mengajak peran serta Depdiknas, perguruan tinggi dan lembaga terkait di Indonesia untuk merealisasikan rencana tersebut. Dubes Oemar menjelaskan implementasi hubungan kerja sama kebudayaan RI-Italia yang ditandatangani 1997 umumnya masih dalam bentuk kerja sama pendidikan, terutama pemberian beasiswa.

Dikatakannya, Pemerintah Indonesia terus mengupayakan perbaikan mutu program beasiswa Darmasiswa RI yang ditawarkan kepada mahasiswa di berbagai negara, termasuk mahasiswa Italia untuk belajar bahasa, seni dan budaya di sejumlah universitas pilihan di Indonesia.

Sebagai tindaklanjutnya, KBRI Roma memberikan kesempatan kepada mantan penerima Darmasiswa, termasuk dari UNO untuk magang di KBRI Roma untuk mengetahui perkembangan Indonesia sambil meningkatkan kemampuan bahasa.  Terkait dengan kerja sama studi keislmanan, Dubes Oemar dan Prof Cataldi sepakat menjajaki kerja sama antara UNO dengan mitranya di Indonesia dalam bentuk petukaran dosen dan mahasiswa serta riset bersama.

Sebagai langkah awal, KBRI Roma akan membantu mengupayakan kunjungan pakar Islam Indonesia yang melakukan lawatan di Italia atau negara tetangga untuk memberikan kuliah umum di UNO mengenai Islam di Indonesia.

Kuliah umum Dubes dan staf KBRI Roma di UNO merupakan suatu tradisi yang telah berlangsung sejak masa-masa awal pembukaan studi bahasa Indonesia di UNO. Prof Faizah Soenoto, pakar bahasa Indonesia yang pensiun tahun ini telah membesarkan studi bahasa Indonesia di UNO selama 45 tahun. Posisinya saat ini digantikan Prof Antonia Soriente, bekas murid dan asistennya, yang menyelesaikan studi tingkat pascasarjananya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1995.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*