Cara Menuliskan Gelar dan Singkatan yang Sesuai EYD

index

index

Cara Menuliskan Gelar dan Singkatan yang Sesuai EYD

Bagaimana cara menulis gelar dan singkatan yang benar sesuai EYD??  Tentu ada pedoman pedoman khusus yang harus diikuti agar seragam dan bisa dimengerti semua orang. Singkatan yaitu bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih, sedangkan untuk akronim yaitu singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlukan sebagai kata.

Dalam menulis akronim, hendaknya memperhatikan syarat syarat sebagai berikut :
– Jumlah suku kata akronim janga melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata indonesia.
– Sebuah Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata indonesia yang lazim.

Menulis Nama dan Gelar Sesuai EYD

Untuk aturan menulis nama dan gelar yang sesuai dengan EYD :
– tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang, apabila nama tersebut ditulis dengan lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
– Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga dan marga.
– tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.

1. Singkatan

A. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.
Misalnya:
– Muh. Yamin
– Sman Hs.
– M.B.A. (Master of business administration)
– M.sc. (Master of science)
– S.pd. (Sarjana Pendidikan)
– Bpk. (Bapak)
– Sdr. (kolonel)

B. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdisi atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Misalnya :
– MPR (Majelis Perwakilan)
– PGRI ( Persatuan Guru Republik Indonesia)

C. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu titik.
Misalnya :
– dsb. (dan sebagainya)
– hlm. (halaman)

D. Singkatan Umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik.
Misalnya :
– a.n. (atas nama)
– d.a. (dengan Alamat)

E. Lambang Kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan dan mata uang tidak diikuti tanda titik.
Misalnya :
– Cu (kuprum)
– Cm ( sentimeter)

2. Akronim

a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Misalnya :
ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
LAN (Lembaga Administrasi Negara)
SIM (surat izin mengemudi)

b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Misalnya:
Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia)
Sespa (Sekolah Staf Pimpinan Administrasi)
Pramuka (Praja Muda Karana)

c. Akronim yang buka nama diri yang berupa gabungan, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.
Misalnya:
pemilu ( pemilihan umum)
rapim (rapat pimpinan)
rudal (peluru kendali)
tilang (bukti pelanggaran)

PENULISAN GELAR YANG BENAR

– Cara penulisan gelar akademik mengikuti aturan yang berlaku dalam EYD, yaitu pada aturan tentang penulisan singkatan, pemakaian tanda titik (.), dan pemakaian tanda koma (,). Ketentuan lengkapnya sebagai berikut:
– Setiap gelar ditulis dengan tanda titik sebagai antara antarhuruf pada singkatan gelar yang dimaksud.
– Gelar ditulis di belakang nama orang.
Antara nama orang dan gelar yang disandangnya, dibubuhi tanda koma.
– Jika di belakang nama orang terdapat lebih dari satu gelar, maka di antara gelar-gelar tersebut disisipi tanda koma.

1. Cara Penulisan Gelar Sarjana (S1)
– S.P. (sarjana pertanian)
– S.Pd. (sarjana pendidikan)
– S.Pd.I. (sarjana pendidikan Islam)
– S.Psi. (sarjana psikologi)
– S.Pt. (sarjana peternakan)
– S.E. (sarjana ekonomi)
– S.Ag. (sarjana agama)
– S.Fil. (sarjana filsafat)
– S.Fil.I. (sarjana filsafat Islam)
– S.H. (sarjana hukum)
– S.H.I. (sarjana hukum Islam)
– S.Hum. (sarjana humaniora)
– S.I.P. (sarjana ilmu politik)
– S.Kar. (sarjana karawitan)
– S.Ked. (sarjana kedokteran)
– S.Kes. (sarjana kesehatan)
– S.Kom. (sarjana komputer)
– S.K.M. (sarjana kesehatan masyarakat)
– S.S. (sarjana sastra)
– S.Si. (sarjana sains)
– S.Sn. (sarjana seni)
– S.Sos. (sarjana sosial)
– S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)
– S.T. (sarjana teknik)
– S.Th. (sarjana theologi)
– S.Th.I. (sarjana theologi Islam)

2. Cara Penulisan Gelar Magister (S2)
– M.Ag. (magister agama)
– M.E. (magister ekonomi)
– M.E.I. (magister ekonomi Islam)
– M.Fil. (magister filsafat)
– M.Fil.I. (magister filsafat Islam)
– M.H. (magister hukum)
– M.Hum. (magister humaniora)
– M.H.I. (magister hukum Islam)
– M.Kes. (magister kesehatan)
– M.Kom. (magister komputer)
– M.M. (magister manajemen)
– M.P. (magister pertanian)
– M.Pd. (magister pendidikan)
– M.Pd.I. (magister pendidikan Islam)
– M.Psi. (magister psikologi)
– M.Si. (magister sains)
– M.Sn. (magister seni)
– M.T. (magister teknik)

3. Cara Penulisan Gelar Doktor (S3)
Dr (doktor)

4. Cara Penulisan Gelar Diploma
– Diploma satu (D1), sebutan profesional ahli pratama, disingkat A.P.
– Diploma dua (D2), sebutan profesional ahli muda, disingkat A.Ma.
– Diploma tiga (D3), sebutan profesional ahli madya, disingkat A.Md.
– Diploma empat (D4), sebutan profesional ahli, disingkat A.

5. Gelar Sarjana Luar Negeri
– B.A. (Bechelor of Arts)
– B.Sc. (Bechelor of Science)
– B.Ag. (Bechelor of Agriculture)
– B.E. (Bechelor of Education)
– B.D. (Bechleor of Divinity)
– B.Litt. (Bechelor of Literature)
– B.M. (Bechelor of Medicine)
– B.Arch. (Bechelor of Architrcture), dsb.

6.  Gelar Master Luar Negeri
– M.A. (Master of Arts)
– M.Sc. (Master of Science)
– M.Ed. (Master of Education)
– M.Litt. (Master of Literature)
– M.Lib. (Master of Library)
– M.Arch. (Master of Architecture)
– M.Mus. (Master of Music)
– M.Nurs. (Master of Nursing)
– M.Th. (Master of  Theology)
– M.Eng. (Master of Engineering)
– M.B.A. (Master of Business Administration)
– M.F. (Master of Forestry)
– M.F.A. (Master of Fine Arts)
– M.R.E. (Master of Religious Ediucation)
– M.S. (Mater of Science)
– M.P.H. (Master of Public Health), dsb.

7. Gelar Doktor Luar Negeri

– Ph.D. (Doctor of Philosophy);                      =>               Sigit Sugito, Ph.D.
– Ed.D. (Doctor of Education);                       =>               Sigit Sugito, Ed.D.
– Sc.D. (Doctor of Science);                          =>               Sigit Sugito, Sc.D.
– Th.D. (Doctor of Theology);                       =>               Sigit Sugito, Th.D.
– Pharm.D. (Doctor of Pharmacy);                  =>               Sigit Sugito, Pharm.D.
– D.P.H. (Doctor of Public Health);                 =>               Sigit Sugito, D.P.H.
– D.L.S. (Doctor of Library Science);               =>               Sigit Sugito, D.L.S.
– D.M.D. (Doctor of Dental Medicince);           =>               Sigit Sugito, D.M.D.
– J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence). =>               Sigit Sugito, J.S.D., dsb.

Apa Arti penulisan DR., Dr., dan dr.?

– Dr.(H.C.) digunakan untuk gelar kehormatan Doktor Honoris Causa yaitu doktor kehormatan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi kepada seseorang sesuai dengan ketokohan dalam suatu bidang tertentu.
– Dr. adalah singkatan doktor, suatu gelar pendidikan Strata Tiga (S3). Dr. merupakan gelar akademik tertinggi. Contoh penulisan yang salah: DR. IR. HARYADI atau DR. IR. Haryadi; seharusnya: Dr. Ir. HARYADI atau Dr. Ir. Haryadi.
– dr. adalah singkatan bagi dokter (ahli penyakit) yang merupakan sebutan profesional untuk seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Contoh penulisan yang salah: DR. USMAN atau Dr. Usman; seharusnya: dr. USMAN atau dr. Usman.

Sering ditanyakan, bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. Hal ini adalah masalah tata kalimat. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Menyiasati masalah tersebut maka penulisan ‘dr. A’ di awal kalimat seharusnya diubah menjadi ‘Dokter A’. Perhatikan contoh di bawah ini!

– dr. Akbar sedang memeriksa pasiennya. (SALAH)
– Dokter Akbar sedang memeriksa pasiennya. (BENAR)

Jika di antara nama dan gelar tidak dibubuhi tanda koma, maka penulisan gelar tersebut salah dan singkatan tersebut tidak bermakna gelar, melainkan bisa bermakna nama keluarga, marga, dan sebagainya. Jadi, Muhamad Ilyasa SH (tanpa koma di antara nama dan SH) bisa berarti Muhamad Ilyasa Sutan Harun atau Muhamad Ilyasa Saleh Hamid, dan sebagainya.

Demikian mengenai Penulisan Gelar dan Singkatan sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan. Terima kasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*