7 Penulis Indonesia Ini Terkenal dengan Quotes-nya yang Kece-kece.

Belakangan ini, novel menjadi salah satu karya sastra yang menarik banyak perhatian dari masyarakat, khususnya anak muda. Nah, buat kamu-kamu yang suka baca novel pasti sudah nggak asing dengan nama-nama ini. Mereka adalah beberapa dari sekian banyak penulis hebat Indonesia yang terkenal nggak cuma karena cerita dalam novelnya yang emang keren tapi juga karena kutipan atau quotes di dalamnya yang nggak kalah kece.

1. Dewi Lestari

Dewi Lestari atau akrab disapa ‘Dee’ ini merupakan salah satu penulis yang novelnya paling banyak disukai. Novelnya yang berjudul ‘Perahu Kertas’ pun bahkan dituangkan ke dalam sebuah film yang diberi judul sama. Selain itu, Dee yang juga seorang penyanyi, menciptakan sebuah lagu berjudul ‘Malaikat juga Tahu’ yang juga merupakan salah satu judul cerita dalam bukunya, Rectoverso. Dengan lirik dan isi lagu yang menyentuh, nggak heran kalau lagu ini jadi hits yang populer saat itu. Kutipan kalimat yang kece-kece dari dalam novelnya pun banyak bertebaran di situs-situs jejaring internet dan menjadi favorit.

“Aku memandangimu tanpa perlu menatap.
Aku mendengarmu tanpa perlu alat.
Aku menemuimu tanpa perlu hadir.
Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa,
karena kini kumiliki segalanya.”
-Rectoverso-

2. Tere Liye

Jujur saja, pertama kali mendengar namanya kamu bakal ngira kalau Tere Liye ini adalah seorang cewek, kan? Hahaha. Tapi faktanya guys, dia ini seorang laki-laki dengan nama asli Darwis. FYI, kata Tere Liye ini dalam bahasa India artinya ‘untukmu’. Sudah banyak novel yang dia tulis, sebut saja ‘Hafalan shalat Delisa’ dan ‘Moga Bunda Disayang Allah’ yang diangkat ke layar lebar. Kepiawannya merangkai kata-kata membuat Quotesnya, baik yang ada di dalam novelnya maupun yang ia posting di fanspagenya, sangat terkenal dan disukai khusunya oleh anak muda.

“Lepaskanlah.
Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan.
Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita.
Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.”
-Rindu-

3. Asma Nadia

Asma Nadia adalah seorang penulis novel dan cerpen Indonesia yang prestasinya nggak bisa dibilang biasa aja. Melalui karyanya, penghargaan tingkat nasional hingga Asia Tenggara sudah pernah diraihnya. Selain itu, beberapa novel miliknya juga dibuat menjadi film layar lebar dan sinetron yang tayang di statsiun televisi swasta Indonesia. Banyak quotes dalam novelnya yang disukai dan menyentuh hati pembacanya.

“Namun, rasa sakit akan menguatkan seseorang menapaki hidup.
Penderitaan akan menumbuhkan kebijaksanaan.
Kesengsaraan yang melewati batas akan melahirkan kekuatan yang tak bisa diduga.”
-Assalamualaikum, Beijing!-

4. Raditya Dika

Komika yang punya nama asli Dika Angkasaputra Moerwani ini, memang terkenal juga sebagai seorang penulis dan pembuat film. Buku-buku yang dia tulis bergenre komedi yang diselipkan nuansa percintaan ala anak muda. Radit yang sampe sekarang belum nikah ini memang seorang penulis yang membawa angin segar dengan cerita-ceritanya yang anti mainstream, makanya nggak sedikit dari bukunya yang difilmkan dan berhasil mengikat banyak hati para penggemar film Indonesia. Meskipun film-filmnya bergenre komedi, tapi Radit pinter juga lho bikin kata-kata keren yang akhirnya jadi quotes di setiap filmnya.

“Di dalamĀ  bentuk tubuh yang biasa-biasa ini, gue lagi remuk redam hancur minah, compang camping, kuda bunting.
Tapi bagi orang lain yang ngeliat, gue terlihat biasa.
Karena apapun masalah kita, serumit dan sekompleks apapun, orang lain akan tetep jalan dengan hidupnya, seolah tidak memperdulikan, Life must goes on.”
-Cinta Brontosaurus-

5. Salim A. Fillah

Beda dengan penulis sebelumnya, Salim Akhukum Fillah atau populer dengan nama Salim A. Fillah adalah seorang pendakwah sekaligus penulis buku islami. Karirnya sebagai seorang penulis mulai dikenal ketika menerbitkan buku ‘Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan’ pada tahun 2003. By the way, selain menulis buku, Salim A. Fillah juga pernah menulis surat terbuka lho. Surat terbuka itu masing-masing beliau tujukan kepada Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di dalam buku-bukunya, Salim A. Fillah banyak menarik perhatian pembaca melalui rangkaian kata-katanya.

“Jika kita menghijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah.
Jika kita menghijrahkan cinta dari “jatuh cinta” menjadi “bangun cinta” maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga.”
-Jalan Cinta Para Pejuang-

6. Habiburrahman El Shirazy

Kalo kamu suka nonton Ayat-ayat Cinta, Di Bawah Lindungan Kakbah, atau Dalam Mihrab Cinta, itu artinya kamu pasti akrab dengan nama ini. Yaps, Habiburrahman El Shirazy atau biasa dipanggil Kang Abik adalah seorang novelis terkenal, bukan cuma di Indonesia tapi beliau juga terkenal di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, hingga Australia. Kisah cinta yang dibalut nilai-nilai religi di dalamnya memberi nilai ketertarikan sendiri bagi novelnya. Ini dia salah satu kutipan dari novelnya.

“Cinta adalah sesuatu yang menakjubkan.
Kamu tidak perlu mengambilnya dari seseorang untuk memberikannya kepada orang lain.
Kamu selalu memilikinya lebih dari cukup untuk diberikan kepada orang lain.”
-Dalam Mihrab Cinta-

7. Andrea Hirata

Andrea Hirata ialah seorang penulis paling populer dari Indonesia. Karyanya yaitu novel ‘Laskar Pelangi’ bahkan sudah diakui sampai ke luar negeri dan diterjemahkan kedalam beberapa bahasa asing. Quotesnya yang ditulis dalam novel-novelnya juga nggak kalah kerennya.

“Kebosanan itu kejam, tetapi kesepian lebih biadab dari pada kebosanan.
Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih.”
-Ayah-

Nah, itu tadi beberapa penulis Indonesia yang terkenal dengan quotesnya yang emang keren abis. Sebenarnya di samping yang di atas masih banyak banget penulis-penulis Indonesia lainnya yang juga punya karya dengan kutipan-kutipan keren milik mereka. Kira-kira siapa yang jadi idolamu?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*